• Kamis, 4 Juni 2026

Turis Italia Tewas Ditusuk Ikan Todak di Mentawai: Insiden Tragis yang Jadi Sorotan Internasional

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Rabu, 23 Oktober 2024 | 15:34 WIB
Kecelakaan tragis seorang turis Italia tewas ditusuk ikan todak di Mentawai menjadi sorotan dunia, memperingatkan wisatawan soal risiko laut. #Mentawai #TurisItalia #IkanTodak #KecelakaanLaut #Surfin (Dwi Rahayu Putri)
Kecelakaan tragis seorang turis Italia tewas ditusuk ikan todak di Mentawai menjadi sorotan dunia, memperingatkan wisatawan soal risiko laut. #Mentawai #TurisItalia #IkanTodak #KecelakaanLaut #Surfin (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Insiden mengerikan terjadi di perairan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, ketika seorang turis asal Italia, Giulia, tewas akibat tusukan ikan todak saat melakukan surfing. Kecelakaan tragis ini mendapat perhatian luas dari media internasional, termasuk diberitakan oleh Mothership pada Rabu (23/10/2024). Giulia yang tengah berselancar bersama dua rekannya di perairan Bengbeng, Pulau Masokut, Desa Pasakiat Taileleu, mengalami luka serius di bagian dada akibat serangan tak terduga dari ikan todak.

Menurut Kasat Reskrim Polres Mentawai, AKP Hadi Yasmar, Giulia ditusuk di bagian dada kiri atas dengan luka sedalam 5 sentimeter.

Baca Juga: Viral Duel Sengit Pengemudi Pelat Merah vs Warga di SPBU Maluku, BBM Subsidi Jadi Penyebabnya, Ini Kronologinya!

“Korban sempat tenggelam, terlihat dari adanya buih yang keluar dari hidungnya saat ditemukan,” jelas Hadi Yasmar, menambahkan bahwa rekannya berusaha keras memberikan pertolongan pertama sebelum membawanya ke Puskesmas Pei Pei Pasakiat Taileleu. Namun, sesampainya di puskesmas, Giulia dinyatakan meninggal dunia.

Insiden ini bukan hanya mengejutkan masyarakat lokal tetapi juga para wisatawan asing yang sering menjadikan Mentawai sebagai tujuan surfing. Kepulauan Mentawai memang dikenal dengan ombaknya yang menantang, menjadikannya salah satu destinasi favorit para peselancar dunia.

Baca Juga: Hotman Paris Siap Pasang Badan! Kasus Kriminalisasi Guru di Sultra Tuai Perhatian, Keluarga Diminta Hubungi Tim Hotman 911

Namun, risiko alam tetap ada, dan kali ini, bahaya tersebut datang dari arah yang sama sekali tak terduga—bukan dari ombak atau arus kuat, melainkan dari ikan todak yang terkenal dengan moncongnya yang panjang dan tajam.

Tragedi ini juga menggarisbawahi betapa pentingnya aspek keselamatan saat berada di laut, terutama bagi wisatawan asing yang seringkali tak terlalu familiar dengan potensi bahaya yang ada di perairan tropis. Di banyak lokasi surfing di dunia, serangan hewan laut jarang terjadi, tetapi Mentawai memiliki keanekaragaman hayati laut yang cukup tinggi. Kejadian ini mengingatkan bahwa laut adalah alam liar, dan kita harus selalu waspada terhadap segala kemungkinan.

Baca Juga: Tewas Membusuk! Ibu Muda Ditemukan di Kamar Kos, Suami Jadi Tersangka, Polisi Buka Motif

Meski belum jelas bagaimana ikan todak tersebut bisa menyerang Giulia saat dia sedang surfing, para ahli laut menyatakan bahwa ikan todak bisa bergerak cepat dan serangannya sangat mematikan.

"Ikan todak terkenal dengan kecepatan berenangnya yang tinggi dan moncongnya yang tajam seperti pedang. Ini bukan kasus pertama di mana manusia menjadi korban tusukannya, meski kejadiannya sangat jarang," ujar seorang ahli biologi laut yang tak ingin disebutkan namanya.

Baca Juga: Kemenkumham Sulteng Buka Nomor Pengaduan Kecurangan Seleksi CPNS 2024: Laporkan, Kami Tindak Tegas!

Saat ini, pihak berwenang setempat telah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini, namun kecil kemungkinan akan ada penjelasan yang memuaskan. Serangan hewan laut seperti ini sulit diprediksi dan seringkali dianggap sebagai "kecelakaan murni" dalam ekosistem laut yang tak terduga.

Meski begitu, kejadian ini akan menjadi peringatan keras bagi wisatawan yang berniat mengeksplorasi keindahan alam Mentawai, bahwa selalu ada elemen risiko yang tak bisa diabaikan.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini