• Kamis, 4 Juni 2026

Cerita Tragis Gadis 9 Tahun di Surabaya Meninggal Karena HIV Warisan Sang Ibu, Sempat Berjuang di RS Sebelum Mengembuskan Napas Terakhir

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Sabtu, 26 Oktober 2024 | 11:33 WIB
Kisah pilu gadis 9 tahun meninggal akibat HIV dari ibunya, perjuangannya dan dukungan keluarganya. #TragediHIV #PerjuanganKesehatan #KisahPiluSurabaya #HakAnak (Dwi Rahayu Putri)
Kisah pilu gadis 9 tahun meninggal akibat HIV dari ibunya, perjuangannya dan dukungan keluarganya. #TragediHIV #PerjuanganKesehatan #KisahPiluSurabaya #HakAnak (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - V, seorang anak perempuan berusia 9 tahun dari Surabaya, telah berjuang melawan HIV sejak usia dini tanpa pernah sepenuhnya mengerti apa yang terjadi pada tubuhnya. Pada Rabu, 23 Oktober 2024, ia mengembuskan napas terakhir di RSUD Dr. Soetomo, setelah kondisi kesehatannya terus memburuk.

Penyakit yang dideritanya ternyata bukan penyakit biasa—ia terinfeksi HIV dari almarhum ibunya yang meninggal karena kondisi serupa pada 2021. Sayangnya, penyakit V baru diketahui keluarganya ketika sudah mencapai tahap yang lebih serius.

Baca Juga: Ini Kronologi dan Penyebab Truk dan Bus Pariwisata Tabrakan di Jalan Puncak, Dua Korban Luka Dibawa ke RS

Kisah ini, selain memilukan, juga menyoroti betapa seringnya anak-anak seperti V menjadi korban dari penyakit yang diwarisi secara tragis. K, nenek V, mengaku sangat terkejut ketika pertama kali mengetahui penyakit cucunya yang sudah memasuki stadium empat.

"Penyakit di kulitnya itu ternyata bukan penyakit kulit biasa, melainkan tanda HIV. Saya kaget karena baru diberitahu, padahal V dulunya yang sering merawat ibunya," kata K, dengan nada sedih.

Baca Juga: Begini Momen Kejar-kejaran Polisi dan Pelaku Curanmor Hingga Tembakan Peringatan Tak Dihiraukan di Raya Darmo

Pada September lalu, V sempat dirawat dan kondisi kesehatannya sedikit membaik, tetapi keadaan itu tak bertahan lama. Dua hari sebelum kepergiannya, tepatnya pada 21 Oktober, kondisi V tiba-tiba kembali memburuk.

Keluarganya, terutama sang ayah, DAP, berusaha keras memberikan dukungan moral dan semangat di sampingnya. DAP, seorang ayah yang harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan anak perempuannya, mengenang malam terakhir V.

Baca Juga: Korban Erupsi Gunung Ruang Dapat Pasokan Air! SPAM Desa Modisi Dikembangkan, Cek Detailnya!

"Saya ada di sana. Dia itu anak yang rajin, hobinya menggambar, dan cita-citanya ingin jadi dokter. Malam itu, dia hanya meminta saya menemani tidur di sampingnya," ujar DAP.

Perjuangan V dan keluarganya dalam melawan HIV tak berjalan sendiri. Sepanjang perawatan, DAP dibantu layanan BPJS dan bantuan susu serta popok dari puskesmas setempat.

Baca Juga: Proyek Rp 771 Juta Ambruk Sebelum Rampung di Makassar, Dinas PU Gandeng Ahli Ungkap Penyebab

Bantuan ini sedikit meringankan beban biaya yang harus mereka hadapi. Ketika akhirnya V menghembuskan napas terakhirnya, pihak pemerintah setempat turut hadir dalam proses pemakaman.

Dinas Kesehatan dan Kecamatan Gubeng bahkan memberikan bantuan, dengan pejabat setempat, termasuk Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, mengirimkan karangan bunga sebagai bentuk belasungkawa.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini