Sulawesitoday - Seorang pemuda bernama Andi (20) dilaporkan hilang setelah diserang buaya saat mencari ikan di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Kejadian tragis ini terjadi di muara Dusun Kalindu, Desa Lariang, Kecamatan Tikke Raya, pada Rabu (30/10) sekitar pukul 13.20 WITA.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasangkayu, Nyoman Suandi, Andi sedang mencari ikan penja—sejenis ikan air tawar yang banyak ditemukan di muara dan sungai di wilayah tersebut—ketika tiba-tiba diseret oleh buaya.
Baca Juga: Joget Sadbor Bantu Warga Lunasi Utang, Fenomena Unik dari Sukabumi
"Masyarakat ditarik buaya saat mencari ikan penja," ujar Nyoman kepada wartawan pada hari yang sama. Hingga saat ini, korban masih dalam pencarian intensif oleh tim gabungan.
Proses pencarian langsung digencarkan di lokasi kejadian. Sejumlah personel BPBD dikerahkan untuk bekerja bersama Basarnas Mamuju, mempercepat upaya penyelamatan di kawasan yang dikenal sebagai habitat buaya muara.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 3,1 di Jailolo: BMKG Jelaskan Potensi Dampak dan Kedalaman 10 Km
“Masih di lokasi tim,” terang Nyoman, menegaskan bahwa operasi pencarian akan terus berlanjut hingga ada perkembangan signifikan.
Meski sudah dibantu oleh tim SAR profesional, pencarian Andi menghadapi tantangan besar. Arus di muara cukup deras, ditambah area tersebut memang sulit dijangkau tanpa peralatan memadai.
Baca Juga: Ledakan Tungku PT ZTEN Morowali Gegerkan Pekerja, Asap Tebal dan Suara Dentuman Terus Terdengar!
Situasi ini memperlambat manuver tim pencari, namun BPBD dan Basarnas berupaya maksimal untuk memastikan keselamatan korban, jika masih ada peluang menemukannya dalam keadaan hidup.
Tragedi semacam ini bukan kali pertama terjadi di wilayah pesisir Sulawesi Barat, terutama di daerah yang dekat dengan sungai dan muara. Buaya muara terkenal agresif, terutama pada musim tertentu saat air pasang lebih tinggi dari biasanya, mempersempit wilayah pergerakan hewan tersebut.
Baca Juga: Perselingkuhan Berujung Maut di Makassar, Dosen Asal Kotamobagu Lukai Suami Hingga Meregang Nyawa
Bagi masyarakat setempat, risiko serangan seperti ini menjadi salah satu kekhawatiran utama, namun aktivitas mencari ikan tetap dilakukan karena faktor ekonomi.
Situasi ini menjadi pengingat bagi warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar muara dan sungai, terutama ketika fauna liar seperti buaya berada dalam kondisi terancam.
Artikel Terkait
Cekcok Laporan Kerja Berujung Luka, Karyawan PDAM Ambon Diduga Dianiaya Rekan Sendiri
16 Pelaku Curanmor Makassar Dibekuk, Incar Motor Tak Terkunci, 34 Motor dan 2 Mobil Diamankan
Perselingkuhan Berujung Maut di Makassar, Dosen Asal Kotamobagu Lukai Suami Hingga Meregang Nyawa
Gempa Magnitudo 3,1 di Jailolo: BMKG Jelaskan Potensi Dampak dan Kedalaman 10 Km
Joget Sadbor Bantu Warga Lunasi Utang, Fenomena Unik dari Sukabumi