Sulawesitoday - Andi, pemuda berusia 20 tahun asal Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, menghilang secara tragis setelah diterkam buaya saat mencari ikan penja di muara Dusun Kalindu, Desa Lariang. Rabu siang (30/10), Andi yang awalnya tengah berenang di tengah sungai membawa jaring, diterkam di bagian pinggang dan diseret ke perairan yang lebih dalam.
Para saksi mata menggambarkan bagaimana Andi berusaha keras, namun buaya dengan cepat menarik tubuhnya, meninggalkannya dalam posisi timbul tenggelam di sungai.
Baca Juga: Jaksa Desak Hukuman Mati bagi Ilsham Ladjiji dalam Kasus Sabu 15 Kg di Kota Palu
Menurut Andi Juli Adenam, Kepala Unit Siaga SAR Pasangkayu, warga sempat melihat tubuh korban dalam cengkeraman buaya, dan langsung melapor ke tim SAR.
"Korban pertama kali dilihat dalam posisi masih diseret buaya di permukaan sungai," katanya saat diwawancarai, Kamis (31/10). Peristiwa ini memang menjadi momen genting bagi tim SAR yang langsung bergerak cepat, namun nyawa Andi tak dapat terselamatkan.
Baca Juga: Badai Mamasa Hantam 19 Rumah, 50 Persen Rusak Parah Akibat Angin Kencang
"Setelah korban terlepas dari mulut buaya, warga langsung meminta bantuan evakuasi,” tambah Juli.
Andi ditemukan mengapung sekitar 3 kilometer dari lokasi awal ia diterkam pada pukul 21.05 WITA, hanya beberapa jam setelah insiden terjadi. Tubuhnya penuh luka robek di seluruh bagian, yang mengindikasikan betapa kuatnya serangan buaya saat itu.
"Kondisi korban penuh luka robek di sekujur tubuhnya," ungkap Juli, menggambarkan bekas gigitan dan cengkraman buaya yang menyakitkan. Ia menambahkan bahwa setelah berhasil ditemukan, jasad korban kemudian dievakuasi menggunakan perahu nelayan sebelum dibawa ke rumah duka yang terletak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian.
Rekan-rekan Andi sebenarnya sempat melarangnya untuk masuk ke sungai karena sungai tersebut dikenal sering menjadi tempat munculnya buaya. Meski demikian, Andi tetap memutuskan untuk berenang ke tengah, keputusan yang kemudian berujung petaka.
Juli mengatakan, "Korban tetap ngeyel meski sudah diingatkan. Selang 10 menit kemudian, buaya itu langsung menyerangnya."
Kepala Pelaksana BPBD Pasangkayu, Nyoman Suandi, juga menjelaskan bahwa buaya di daerah ini memang kerap menjadi ancaman. Banyak warga yang sudah menyadari bahaya tersebut, tetapi tragedi yang menimpa Andi kali ini menjadi pelajaran yang begitu mendalam. Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai, keberadaan buaya yang cukup sering terlihat membuat mereka was-was.
Artikel Terkait
Pemanasan Global Bukan Mitos: Banjir, Gelombang Panas, dan Rusaknya Ekosistem, Saatnya Bertindak!
Hiu Terkecil di Dunia Ini Bisa Menyala, Temukan Fakta Unik Hiu Lentera Kerdil yang Jarang Diketahui Publik
Tangkapan Ikan Lele Raksasa Nyaris Seberat Sapi, Keanekaragaman Air Tawar yang Luar Biasa di Sungai Mekong dan Amazon
Badai Mamasa Hantam 19 Rumah, 50 Persen Rusak Parah Akibat Angin Kencang
Jaksa Desak Hukuman Mati bagi Ilsham Ladjiji dalam Kasus Sabu 15 Kg di Kota Palu