Sulawesitoday - Ketika berbicara soal hiu, kebanyakan orang membayangkan makhluk besar dengan rahang tajam yang berkeliaran di lautan, seperti hiu putih besar atau hiu banteng. Namun, di kedalaman samudra, ada satu spesies hiu yang benar-benar berbeda dari bayangan kita: hiu lentera kerdil atau dwarf lanternshark (Etmopterus perryi).
Spesies ini bukan hanya hiu terkecil yang pernah tercatat, tetapi juga memiliki kemampuan unik yang sangat jarang ditemukan—kemampuan untuk menyala di kegelapan.
Baca Juga: Pemanasan Global Bukan Mitos: Banjir, Gelombang Panas, dan Rusaknya Ekosistem, Saatnya Bertindak!
Hiu lentera kerdil, seperti namanya, memiliki ukuran yang sangat kecil untuk ukuran hiu. Panjangnya hanya sekitar 21,2 cm, walaupun penelitian pada tahun 2021 pernah menemukan satu spesimen berukuran 28,9 cm.
Dengan ukuran sekecil ini, hiu ini bahkan lebih pendek dari ukuran rata-rata penggaris sekolah! Berbeda dengan hiu besar yang mendominasi ekosistem mereka, hiu lentera kerdil lebih cocok dengan habitatnya di kedalaman 283 hingga 439 meter di perairan Atlantik Barat. Di kedalaman tersebut, cahaya matahari hampir tidak tembus, menjadikan kemampuan hiu ini untuk menyala sangat bermanfaat.
Baca Juga: Joget Sadbor Bantu Warga Lunasi Utang, Fenomena Unik dari Sukabumi
Kemampuan ini, yang disebut dengan istilah bioluminesensi, dipercaya sebagai cara untuk menarik mangsa atau mungkin untuk menyembunyikan diri dari predator.
Meskipun tubuhnya kecil, hiu ini cukup menakutkan bila dilihat lebih dekat. Dengan kepala yang mencapai seperlima dari panjang tubuhnya, serta mulut berisi lebih dari 60 gigi tajam, hiu lentera kerdil tetap menjadi predator yang efektif di habitatnya.
“Mereka adalah pemburu yang sangat unik,” kata seorang ilmuwan dalam penelitian tersebut. Hiu ini menggunakan cahaya dari sel fotofor di kulitnya untuk menarik perhatian ikan kecil, yang menjadi sumber makanannya. Kulitnya yang cokelat gelap juga dihiasi tanda-tanda hitam yang membantunya tetap tidak terlihat di kegelapan laut dalam.
Meski memiliki ciri yang luar biasa, hiu lentera kerdil ini jarang terlihat dan sangat sulit ditangkap. Beberapa peneliti telah mencoba mengungkap struktur populasi mereka, namun spesimen yang tertangkap hanya sedikit.
Sebuah penelitian pada 2009 menunjukkan bahwa dari sejumlah besar pukat yang digunakan di lepas pantai Karibia Kolombia, hiu lentera kerdil hanya ditemukan di sekitar 39% dari total pukat yang dioperasikan, dengan jumlah yang sangat kecil, hanya sekitar 1% dari total kelimpahan dan biomassa ikan di kawasan tersebut.
Populasi yang jarang ini membuat mereka sulit untuk dipelajari lebih lanjut, sehingga kita masih belum banyak mengetahui tentang siklus hidup atau ancaman apa saja yang mereka hadapi di alam.
Artikel Terkait
Fosil Dinosaurus Ditemukan di Pulau Terpencil Hong Kong, Bukti Penting dari Periode Cretaceous
Kiamat Mulai Terlihat di Ekosistem Laut, Orca Pemburu Hiu Menunjukkan Krisis Perubahan Iklim di Afrika Selatan
Smelter Tembaga Terbesar Dunia Ada di Gresik Indonesia, Freeport Penuhi Kebutuhan Global dari China hingga Eropa
Joget Sadbor Bantu Warga Lunasi Utang, Fenomena Unik dari Sukabumi
Pemanasan Global Bukan Mitos: Banjir, Gelombang Panas, dan Rusaknya Ekosistem, Saatnya Bertindak!