• Selasa, 21 Juli 2026

Kiamat Mulai Terlihat di Ekosistem Laut, Orca Pemburu Hiu Menunjukkan Krisis Perubahan Iklim di Afrika Selatan

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Selasa, 29 Oktober 2024 | 11:25 WIB
Perubahan perilaku orca yang menyerang hiu di Afrika Selatan mengindikasikan dampak serius perubahan iklim pada ekosistem laut. #PerubahanIklim #Orca (Dwi Rahayu Putri)
Perubahan perilaku orca yang menyerang hiu di Afrika Selatan mengindikasikan dampak serius perubahan iklim pada ekosistem laut. #PerubahanIklim #Orca (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Sejak dulu, paus pembunuh atau orca dikenal sebagai salah satu predator paling cerdas di lautan. Namun, akhir-akhir ini di lepas pantai Afrika Selatan, perilaku orca memperlihatkan sebuah fenomena mengkhawatirkan: predator ini mulai beralih secara khusus untuk memburu hiu putih besar. Perburuan ini adalah gejala dari sesuatu yang lebih mendalam dan serius — rusaknya keseimbangan ekosistem laut akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia.

Serangan ganas orca terhadap hiu putih bukan lagi peristiwa yang langka, dan para ahli biologi kelautan melihatnya sebagai tanda bahaya bagi ekosistem yang ada. Tercatat pada Juni 2023, seekor orca jantan bernama Starboard melakukan serangan brutal terhadap hiu putih muda.

Baca Juga: Fosil Dinosaurus Ditemukan di Pulau Terpencil Hong Kong, Bukti Penting dari Periode Cretaceous

Dengan kecepatan dan presisi yang luar biasa, Starboard mencengkeram sirip dada kiri hiu dan mengoyak perutnya hanya dalam waktu kurang dari dua menit. Gambar yang diambil oleh peneliti memperlihatkan orca tersebut dengan potongan hati hiu yang berwarna peach masih berada di mulutnya.

“Hebatnya, waktu yang dibutuhkan orca untuk menangkap hiu di bagian siripnya hingga mengeluarkan isi perutnya hanya kurang dari dua menit,” ungkap Alison Towner, peneliti utama yang memimpin studi ini di Universitas Rhodes. Alison dan timnya melihat peristiwa ini sebagai respons yang mungkin disebabkan oleh tekanan ekosistem laut yang semakin besar.

Baca Juga: Cerita Penemuan Air Terjun Tersembunyi di Papua: Surga Wisata Baru di Walesi dan Napua!

Mereka mencatat bahwa kelangkaan mangsa tradisional dan peningkatan suhu laut akibat perubahan iklim memaksa predator seperti orca untuk mengubah strategi perburuannya.

Towner menekankan bahwa belum ada bukti definitif tentang apa yang menyebabkan perubahan perilaku ini, tetapi ia mengaitkannya dengan ketidakseimbangan ekosistem laut yang lebih luas, termasuk dampak dari industri penangkapan ikan dan perubahan suhu global.

Baca Juga: Tahukah Kamu Ada Spesies Baru Spesies Baru di Laut Sulawesi? Ikan Oryzias loxolepis, Bukti Luasnya Keragaman Laut Tropis

Kehadiran Starboard dan pasangannya, Port, yang biasanya berburu bersama, menambah kompleksitas studi ini. Pada insiden di lepas pantai Afrika Selatan, Starboard melakukan aksinya sendirian, sementara Port hanya terlihat dari kejauhan. Hal ini menarik karena orca biasanya berburu secara berkelompok, bahkan ketika berburu hiu.

“Ini adalah wawasan inovatif mengenai perilaku predator spesies ini,” tambah Towner. Starboard menunjukkan efisiensi yang belum pernah terlihat sebelumnya dalam memburu hiu. Biasanya, serangan serupa yang melibatkan dua hingga enam orca bisa memakan waktu berjam-jam, tetapi kali ini, Starboard mampu membunuh mangsanya dalam hitungan menit.

Baca Juga: Tahukah Kamu? Api Abadi Desa Larangan Tokol Madura Keajaiban yang Tak Pernah Padam Meski Diguyur Hujan

Perubahan pola perburuan ini diyakini disebabkan oleh stres yang semakin meningkat di lingkungan laut, di mana ruang gerak orca semakin terbatas dan tekanan untuk bertahan hidup semakin tinggi.

Selain itu, orca dikenal sebagai hewan yang sangat cerdas, tetapi mengapa mereka memilih untuk memburu hiu? Salah satu alasan yang dispekulasikan adalah kekurangan makanan yang biasa mereka konsumsi. Hilangnya mangsa tradisional mungkin telah memaksa orca untuk beradaptasi dan mencari sumber makanan baru yang tersedia, seperti hiu putih besar.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perahu Penjaga Dapur di Laut Lebo

Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:05 WIB

44 Negara Tanpa Laut, Bagaimana Mereka Bertahan?

Selasa, 28 Januari 2025 | 20:35 WIB