Sulawesitoday - Sebuah insiden memilukan terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara pada Sabtu (2/11/2024) pagi. Sebuah mobil minibus pengangkut siswa sekolah mengalami kecelakaan tunggal di jalan lintas Sipahutar-Siborongborong. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di Dusun Adaran, Desa Bahal Batu I ini mengakibatkan satu pelajar meninggal dunia dan tiga lainnya terluka.
Mobil yang dikemudikan oleh Hakim Tampubolon (69), seorang warga Desa Onan Runggu II, Kecamatan Sipahutar, diduga terguling setelah pengemudi berusaha menepi untuk menghindari kendaraan lain.
Baca Juga: Kejadian Langka Fenomena Alam Akibat Perubahan Musim, Ratusan Ikan Naik ke Daratan di Carita
Berdasarkan keterangan Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing, insiden ini bermula saat mobil minibus yang membawa 28 pelajar melaju dari arah Sipahutar menuju Siborongborong. Ketika hendak berselisih dengan truk dump, pengemudi minibus tersebut mengambil sisi jalan dan meminggir ke beram. Namun, tanpa disadari, kondisi beram yang tidak stabil justru longsor.
"Beram jalan sebelah kiri arah tujuannya longsor sehingga tidak sanggup menahan beban bus," jelas Aiptu Walpon.
Akibatnya, mobil terguling, menyebabkan beberapa penumpang terlempar ke dalam kendaraan. FJS, salah satu pelajar berusia 17 tahun asal Desa Bahal Batu I, menjadi korban jiwa dalam insiden tersebut. Sementara itu, tiga pelajar lainnya, yakni MP (17), VAS (8), dan JM (16) mengalami luka-luka, meskipun kondisi mereka relatif ringan dan telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Santa Lucia, Siborongborong.
Kecelakaan ini menyoroti pentingnya infrastruktur yang memadai di jalan-jalan pedesaan, terutama pada area yang sering digunakan oleh transportasi publik dan kendaraan pengangkut anak sekolah.
Baca Juga: Makin Parah Tawuran Remaja di Bantaeng Gunakan Busur Panah, Kenapa Bisa Terjadi?
Pada insiden ini, kondisi jalan yang licin dan beram yang tidak cukup kuat disebut sebagai salah satu penyebab utama mobil terguling, selain faktor teknis lainnya yang kini tengah diselidiki oleh pihak kepolisian.
Bagi keluarga korban, peristiwa ini menjadi pukulan berat, mengingat kecelakaan tersebut merenggut nyawa seorang anak yang tengah menempuh pendidikan.
Baca Juga: Strategi Shin Tae-yong Turunkan Skuad U-23 di Piala AFF 2024 untuk Persiapan SEA Games
"Korban meninggal dunia diduga karena terjepit di pintu mobil, yang mengakibatkan benturan di bagian wajah dan dada, dan meninggal di tempat," lanjut Aiptu Walpon. Sementara itu, supir dan kendaraan kini telah diamankan di Kantor Unit Laka Polres Taput untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Artikel Terkait
Mengapa Kupu-Kupu Kuning Bermigrasi Saat Musim Hujan? Ini Penjelasan Ahli UGM dari Fenomena di Pulau Jawa
Strategi Shin Tae-yong Turunkan Skuad U-23 di Piala AFF 2024 untuk Persiapan SEA Games
Makin Parah Tawuran Remaja di Bantaeng Gunakan Busur Panah, Kenapa Bisa Terjadi?
Korban Terjamin Santunan, Jasa Raharja Respon Cepat Kecelakaan Mobil dan Truk Ekspedisi di Tol Pemalang-Batang
Kejadian Langka Fenomena Alam Akibat Perubahan Musim, Ratusan Ikan Naik ke Daratan di Carita