Sulawesitoday - Pelanggan Pertalite di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, dikejutkan dengan insiden BBM bercampur air yang menyebabkan kendaraan mogok secara massal. Sejak Senin pagi, keluhan mulai bermunculan dari warga yang mengalami kendaraan tiba-tiba mati setelah mengisi BBM di SPBU Marisa.
Satu per satu, kisah kerusakan mesin hingga penurunan performa tersebar, bahkan viral di media sosial. Dalam situasi ini, konsumen yang terkena dampak meminta kejelasan dan tanggung jawab penuh dari pihak yang terlibat.
Baca Juga: Bentrok Antar Warga di Sigi Kembali Pecah: 4 Orang Terluka, Senjata Tajam Disita Polisi
Pertamina Regional Sulawesi dengan sigap merespons laporan tersebut. Dalam keterangannya, Area Manager Comm, Relations and CSR Patra Niaga Regional Sulawesi, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyatakan bahwa SPBU Marisa dengan kode 7496229 saat ini dihentikan operasionalnya untuk keperluan investigasi.
“Saat ini SPBU 7496229 Marisa sementara berhenti operasional,” ungkap Fahrougi. Ia menambahkan bahwa pihak Pertamina sedang membersihkan tangki penyimpanan BBM di SPBU tersebut. Sebagai bentuk tanggung jawab dan permohonan maaf, Pertamina berjanji akan mengevaluasi standar pelayanan mereka untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.
Baca Juga: Dibalik Kilau Nikel, Pertaruhan Keadilan Sosial dan Lingkungan di Tengah Ekstraksi Besar-Besaran
Lebih lanjut, Fahrougi mengonfirmasi bahwa biaya perbaikan kendaraan yang rusak akibat insiden ini akan ditanggung penuh oleh pihak SPBU. Hal ini untuk memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat yang merasa dirugikan.
“Pihak SPBU akan bertanggung jawab secara penuh untuk memperbaiki kendaraan konsumen yang terkena dampak pengisian BBM yang bercampur air,” tegasnya. Meski demikian, perbaikan yang ditanggung tak serta merta meredam keresahan masyarakat yang merugi, terutama mereka yang mengandalkan kendaraan pribadi untuk aktivitas harian.
Baca Juga: Menjelang Pilkada Sulawesi Tengah 2024, Krisis Iklim dan Transisi Energi Menjadi Isu Paling Panas
Muncul pula dugaan bahwa insiden ini terjadi karena tangki BBM yang kemasukan air hujan. Akan tetapi, kepastian soal penyebab utama masih harus menunggu hasil investigasi resmi yang tengah berlangsung. Jika nantinya ditemukan adanya kelalaian dari pihak SPBU dalam mengikuti standar operasional perusahaan, Fahrougi menyatakan bahwa sanksi tegas akan diterapkan.
“Apabila nanti setelah dilakukan investigasi SPBU tersebut terbukti secara lalai tidak mengikuti standar operasional perusahaan yang berlaku, maka akan diberikan sanksi tegas sesuai dengan kontrak yang berlaku,” lanjutnya.
Kejadian ini jelas menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang tak sedikit bagi masyarakat setempat. Seorang warga Marisa, Faizal, mengisahkan pengalamannya kepada wartawan, "Mobil saya mati. Jadi saat itu saya cek ternyata ini pertalite ada isi air. Buktinya pas saya salin di botol itu pertalite itu jelas berisikan air," ujarnya. Pernyataan Faizal ini seakan mengonfirmasi kecurigaan awal tentang tercampurnya air dalam tangki Pertalite.
Sebagai langkah darurat, Pertamina mengarahkan masyarakat untuk mengisi BBM di SPBU terdekat, seperti SPBU 7496203 dan SPBU 7496202 di Pohuwato. Namun, sejumlah warga masih khawatir, mempertanyakan standar pengawasan dan prosedur operasional yang diterapkan SPBU di daerah ini. Banyak pihak mempertanyakan, bagaimana sebuah tangki BBM bisa tercampur air tanpa diketahui sebelumnya?
Artikel Terkait
Perwira Polisi Maluku Diduga Pukul Sopir, Langsung Dicopot! Kapolda: Tindak Tegas Tanpa Toleransi!
Ibu Ronald Tannur Tersangka! Kejagung Bongkar Dugaan Suap Bebaskan Kasus Pembunuhan, 5 Tersangka Termasuk Hakim dan Pengacara
Menjelang Pilkada Sulawesi Tengah 2024, Krisis Iklim dan Transisi Energi Menjadi Isu Paling Panas
Dibalik Kilau Nikel, Pertaruhan Keadilan Sosial dan Lingkungan di Tengah Ekstraksi Besar-Besaran
Bentrok Antar Warga di Sigi Kembali Pecah: 4 Orang Terluka, Senjata Tajam Disita Polisi