Sulawesitoday - Dalam upaya memperkuat kesadaran akan hak asasi manusia dan mencegah perundungan di sekolah, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Tengah mengadakan kegiatan diseminasi HAM di SMA Negeri 1 Palu. Sebuah langkah yang mengundang perhatian tidak hanya karena isu yang diangkat, tetapi juga metode edukasi yang diterapkan, menggabungkan diskusi interaktif dan permainan edukatif.
Bagi siswa, ini bukan sekadar ceramah formal. Ini soal memahami dampak nyata perundungan yang bisa merusak mental dan masa depan generasi muda.
Baca Juga: Pilkada Parigi Moutong, 5726 KPPS Siap Menjaga Suara di 818 TPS
Dibuka oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Palu, Dahlan Mohammad Saleh, acara itu menegaskan pentingnya kerja sama antara institusi pendidikan dan pemerintah dalam menciptakan ruang yang aman dan positif.
"Kita semua punya tanggung jawab. Sekolah tidak bisa bekerja sendirian. Kolaborasi sangat diperlukan," ujarnya penuh semangat. Di sinilah terlihat bahwa upaya mencegah perundungan memerlukan banyak pihak, bukan hanya guru atau siswa, tapi juga instansi yang memiliki otoritas.
Baca Juga: Ransomware Ancam Sirekap Pilkada 2024, BSSN Wanti-Wanti Keamanan Sistem
Kepala Bidang HAM Kanwil Kemenkumham Sulawesi Tengah, Mangatas Nadeak, memaparkan bahwa pelanggaran hak asasi manusia, termasuk perundungan, masih sering terjadi karena banyak yang belum memahami esensi HAM secara utuh.
“Banyak individu dan kelompok yang tidak sadar bahwa tindakan mereka melanggar hak orang lain, bahkan merusak kesejahteraan mental korbannya,” ungkap Mangatas. Dengan nada yang serius, ia menambahkan bahwa P5HAM (Penghormatan, Pelindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan Hak Asasi Manusia) menjadi prioritas dalam setiap program Kemenkumham.
Baca Juga: Pegawai Kemkomdigi Terlibat Judi Online, BSSN Warning Ratusan Situs Rentan!
Ada juga sesi yang membuat siswa antusias: tanya jawab langsung dengan para pakar HAM, yang memberikan siswa ruang untuk bertanya tentang apa saja, dari perundungan ringan di sekolah hingga bagaimana HAM berperan dalam melindungi mereka. Sesi ini bukan hanya tentang teori. Siswa diminta untuk berbagi cerita mereka sendiri, membuat diskusi lebih hidup.
“Sesi ini sangat membantu kami untuk sadar bahwa ada hukum yang melindungi kami,” komentar salah satu siswa, matanya berbinar dengan rasa ingin tahu.
Baca Juga: Kasus Judi Online Melibatkan Pegawai Komdigi, Presiden Prabowo Minta Kerja Sama Lintas Kementerian
Acara puncaknya, yang dipandu oleh Kepala Sub Bidang Pemajuan HAM, Suzana Eva Silo, bahkan melibatkan permainan edukatif yang membuat isu HAM terasa lebih membumi. Ya, perundungan adalah isu serius, tetapi pendidikan pencegahan tidak selalu harus membosankan. Format yang melibatkan permainan ini memperlihatkan bahwa edukasi bisa dilakukan dengan cara yang menarik.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Tengah, Hermansyah Siregar, menutup sesi dengan pesan yang mendalam. “Generasi muda adalah harapan kita semua,” tegasnya. Ia menekankan peran penting kaum muda sebagai agen perubahan sosial.
Artikel Terkait
Selain Duit Rp73 Miliar dan Gawai, Polisi Sita Senpi dan Lukisan di Kasus Judi Online Komdigi
Kasus Judi Online Melibatkan Pegawai Komdigi, Presiden Prabowo Minta Kerja Sama Lintas Kementerian
Pegawai Kemkomdigi Terlibat Judi Online, BSSN Warning Ratusan Situs Rentan!
Ransomware Ancam Sirekap Pilkada 2024, BSSN Wanti-Wanti Keamanan Sistem
Pilkada Parigi Moutong, 5726 KPPS Siap Menjaga Suara di 818 TPS