Baca Juga: Fenomena Alam Sungai Eufrat Mengerikan, Benarkah Tanda Kiamat Semakin Dekat?
Dalam penutupan ini, warga diingatkan untuk memperhatikan pengalihan lalu lintas guna menghindari keterlambatan perjalanan. Sementara penutupan bersifat sementara, jalan diperkirakan tetap macet pada saat dibuka kembali.
“Biasanya sekitar 2 hingga 3 orang masih mengantre," ungkap Iptu Kamaluddin. Ia menambahkan, pihaknya akan memantau keadaan jalan untuk memastikan pembukaan berjalan lancar.
Proyek ini dirancang tidak hanya untuk memperbaiki jalan tetapi juga untuk mengatasi beberapa tikungan tajam yang kerap membuat arus lalu lintas tersendat. Dengan adanya jalan layang ini, para pengguna jalan nantinya dapat melintasi jalur Maros-Bone dengan lebih aman dan efisien, tanpa terganggu tikungan yang terlalu tajam.
"Semua titik elevated yang pas tikungan tajam di Tompo Ladang. Jadi, nanti kalau sudah rampung tidak ada lagi tikungan patah atau sudah dilakukan perbaikan geometrik jalan," tutur Irwan.
Artikel Terkait
Fenomena Alam Sungai Eufrat Mengerikan, Benarkah Tanda Kiamat Semakin Dekat?
Kain Kafan Online Viral! Penjual Tawarkan Bonus Jahitan Renda, Netizen Heboh
BMKG: Gempa Dangkal M4,8 di Mimika Papua Tengah Akibat Sesar Aktif, Tanpa Ancaman Tsunami
739 Personel Gabungan Kawal Aksi Bela Palestina FPI, Polisi Kerahkan Tindakan Persuasif di Kedubes AS
Ribuan Warga Padati Kampanye Ahmad Ali di Parigi, Gaet 20 Persen Dukungan Baru