Sulawesitoday - Jalan utama yang menghubungkan Toraja dan Mamasa, tepatnya di Desa Tadokalua, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, lumpuh akibat tanah longsor yang terjadi pada Kamis, 14 November 2024, sekitar pukul 03.00 Wita.
Material longsor yang menutup seluruh badan jalan dengan kedalaman hingga 2 meter telah menyebabkan terhentinya akses transportasi, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Tanah longsor ini terjadi di Kecamatan Tabang, tepatnya di titik yang cukup vital bagi mobilitas masyarakat dan perekonomian di kedua wilayah tersebut.
Baca Juga: Kapolri Tegaskan Polisi yang Terlibat Peras Guru Supriyani Rp 50 Juta Bisa Dipecat
Kapolsek Pana, Iptu Amsal Pamean, dalam keterangannya menyebutkan bahwa longsoran tersebut menutupi jalan sepanjang 10 meter dan setinggi 2 meter.
"Saat ini, lokasi longsor belum dapat dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, akibat material yang masih menutupi seluruh badan jalan," ujarnya. Situasi ini membuat masyarakat yang biasa melintasi jalur ini harus mencari alternatif lain, yang tentu saja membutuhkan waktu dan tenaga lebih.
Baca Juga: Dukungan dari Pasar ke Panggung Politik, Pedagang Kecil Anggap Ahmad Ali Harapan Baru
Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional untuk segera membersihkan material longsor dengan menggunakan alat berat.
"Kami berharap alat berat segera dikerahkan untuk membersihkan material longsor agar jalan ini bisa segera dibuka kembali," lanjut Amsal. Hal ini tentu menjadi harapan besar bagi warga yang bergantung pada jalan poros ini untuk keperluan sehari-hari, terutama untuk transportasi barang dan jasa.
Baca Juga: Pusaran Mafia Ekspor Durian Diduga Seret Pejabat Parigi Moutong, Petani Rugi Besar!
Namun, meskipun upaya pembersihan sedang diupayakan, masyarakat diminta untuk tetap waspada. Intensitas hujan yang tinggi di daerah ini masih menjadi faktor utama yang menyebabkan terjadinya longsor.
"Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada, karena hujan yang terus turun membuat kondisi tanah semakin rentan," tambah Amsal. Sebagai langkah pencegahan, warga yang tinggal di daerah rawan longsor disarankan untuk memonitor kondisi sekitar dan mengikuti informasi terkini dari pihak berwenang.
Dengan kejadian ini, jelas bahwa bencana alam seperti longsor tidak hanya menghentikan mobilitas sementara, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya kesiapsiagaan terhadap cuaca ekstrem.
Selain itu, koordinasi antara instansi terkait dan warga sangatlah penting dalam mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam.
Artikel Terkait
Penggerebekan Kampung Narkoba di Balikpapan: Puluhan Ditahan, Barang Bukti Disita
Misteri Kematian Jessica Sollu: Wanita di Lutim Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan, Polisi Masih Selidiki
Pusaran Mafia Ekspor Durian Diduga Seret Pejabat Parigi Moutong, Petani Rugi Besar!
Dukungan dari Pasar ke Panggung Politik, Pedagang Kecil Anggap Ahmad Ali Harapan Baru
Kapolri Tegaskan Polisi yang Terlibat Peras Guru Supriyani Rp 50 Juta Bisa Dipecat