Sulawesitoday - Sulawesi Utara kembali dihebohkan dengan penemuan ular piton sepanjang tujuh meter di Jalan Trans Sulawesi, Desa Torosik, Bolsel. Peristiwa yang terjadi pada Kamis malam (14/11) ini membuat warga sekitar terkejut, bahkan ada yang langsung mengambil tindakan ekstrem.
“Saya tidak pernah melihat ular sebesar ini sebelumnya,” ujar Yuda (25), salah satu saksi mata.
Menurut Yuda, ular tersebut ditemukan menjelang pukul 22.00 WITA. Saat itu, ia sedang melintasi jalan bersama seorang teman ketika melihat sosok besar melintas di tengah jalan raya.
Baca Juga: 3818 Warga Binaan Siap Memilih, Rutan Palu dan Dukcapil Berkolaborasi Cepat
“Kami berhenti. Saya sempat berteriak memanggil teman-teman lain,” jelasnya. Ular yang memiliki warna cokelat bercorak kehitaman itu akhirnya dibunuh oleh warga karena dianggap membahayakan.
Warga Panik, Ular Dibunuh di Tempat
Beberapa warga yang mendekat segera mengambil tindakan setelah melihat ular tersebut. Salah seorang rekan Yuda memukul kepala ular dengan batu besar hingga akhirnya ular mati di tempat. Meski terdengar ekstrem, tindakan itu dilakukan atas dasar keselamatan.
Baca Juga: Diterjang Longsor, Kisah Guru di Lebak Tetap Berjuang Mengajar Meski Penuh Lumpur
“Ini jalan utama, kalau dibiarkan bisa bahaya untuk pengendara,” tambah Yuda.
Setelah ular tersebut mati, tubuhnya yang besar dibentangkan di tengah jalan. Mulut ular tampak berdarah dengan kepala menjulur ke bawah. Kejadian ini menjadi pembicaraan hangat, terutama karena ukuran ular yang tidak biasa. Warga mengaku jarang melihat piton sebesar itu di daerah mereka.
Baca Juga: Kartu Sulteng Sejahtera Gagal, Warga Kasimbar Ramai-ramai Beralih Dukung ke Ahmad Ali
Bahaya Ular Piton di Kawasan Jalan Raya
Kasus seperti ini sebenarnya bukan yang pertama terjadi di Sulawesi Utara. Jalan Trans Sulawesi, yang melintasi kawasan hutan dan rawa, sering menjadi jalur perlintasan satwa liar, termasuk ular piton. Dalam beberapa kasus, ular sebesar ini bisa menjadi ancaman bagi manusia maupun hewan peliharaan.
Namun, tindakan membunuh ular besar semacam ini menuai pro dan kontra. Di satu sisi, ada kekhawatiran akan keselamatan manusia. Di sisi lain, beberapa pihak menilai satwa liar seperti ular piton harusnya dilindungi atau dipindahkan ke habitat yang lebih aman.
Artikel Terkait
Sabu Asal Malaysia dalam Bungkus Milo, Polisi Tangkap Kurir di Jalanan Samarinda
Tunjangan Guru Dijarah, Kejari Minahasa Tetapkan MS sebagai Tersangka Korupsi
Kartu Sulteng Sejahtera Gagal, Warga Kasimbar Ramai-ramai Beralih Dukung ke Ahmad Ali
Diterjang Longsor, Kisah Guru di Lebak Tetap Berjuang Mengajar Meski Penuh Lumpur
3818 Warga Binaan Siap Memilih, Rutan Palu dan Dukcapil Berkolaborasi Cepat