Sulawesitoday - Firga (15), remaja perempuan yang sempat dilaporkan hilang setelah terseret arus di Air Terjun Ogomojolo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Jasadnya ditemukan mengapung di laut, memberikan akhir tragis bagi keluarga yang berharap adanya keajaiban. Pencarian dilakukan sejak Minggu, saat luapan air yang tiba-tiba menyeret dua remaja yang sedang menikmati segarnya air terjun.
Informasi mengenai ditemukannya Firga disampaikan oleh Kepala Kantor Basarnas Palu, Andrias Hendrik Johannes. “Mendapati informasi bahwa (satu) korban ditemukan terapung di lautan dalam keadaan meninggal dunia,” katanya kepada wartawan pada Senin pagi. Evakuasi dilakukan dengan cepat oleh tim SAR yang segera bergerak setelah laporan diterima pukul 08.30 Wita.
Baca Juga: Kasus Skincare Bermerkuri, LBH Makassar Pertanyakan Alasan Polisi Tak Menahan Tersangka
Sesaat setelah evakuasi, jasad Firga langsung diserahkan ke keluarga. Kehilangan yang dialami ini adalah duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat setempat yang terus memantau pencarian melalui berbagai kanal informasi. Situasi ini tentu mengingatkan kita bahwa kekuatan alam dapat menjadi tak terduga, terutama saat terjadi luapan yang dipicu oleh perubahan kondisi di hulu sungai.
Namun, pencarian belum berhenti di situ. Tim SAR gabungan masih berusaha keras menemukan Caca, remaja lainnya yang terseret arus bersama Firga. Harapan untuk menemukan Caca masih hidup, meskipun waktu terus berjalan.
Upaya pencarian dibagi dalam dua regu: regu pertama berfokus di sekitar pesisir sungai yang berbatu dan cukup sulit diakses, sementara regu kedua mengarahkan perahu karet mereka ke muara dan pesisir pantai, berharap ada jejak yang bisa membawa mereka lebih dekat kepada Caca.
Menurut keterangan Andrias, luapan arus di Air Terjun Ogomojolo adalah penyebab utama hilangnya kedua remaja ini. “Sedang mandi-mandi di air terjun terseret arus yang diakibatkan oleh luapan air di hulu Sungai Ogomojolo,” ungkapnya pada hari Minggu.
Baca Juga: Dukung Peningkatan Layanan Hukum, Wakil Ketua MPR RI Abcandra Akbar Sambangi Kemenkumham Sulteng
Ketidakstabilan arus di daerah pegunungan seperti Parimo, terutama saat musim hujan, sering kali menghadirkan bahaya yang tak terduga bagi para pengunjung. Meski wilayah air terjun sering kali menjadi destinasi wisata, keselamatan harus menjadi prioritas utama.
Saat pencarian masih berlangsung, keluarga korban hanya bisa menunggu dengan penuh harap di tengah kecemasan. Tim SAR sendiri bekerja tanpa kenal lelah, mengatasi medan yang menantang dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Baca Juga: Limbah Jadi Berkah, Warga Binaan Lapas Leok Ciptakan Peluang Hidup Baru
“Dilanjutkan kembali untuk mencari satu orang yang belum ditemukan, mudah-mudahan di siang sampai sore ini kami juga berhasil menemukan korban tersebut dalam keadaan selamat,” tutup Andrias penuh optimisme.
Kasus seperti ini kembali mengingatkan kita akan pentingnya kewaspadaan saat berwisata di area alam terbuka. Bagi pengunjung, mengikuti arahan keselamatan dari petugas atau pemandu lokal bisa menyelamatkan nyawa. Alam menawarkan keindahan sekaligus bahaya yang harus dihormati, terutama di tempat-tempat yang berisiko tinggi.
Artikel Terkait
Kotak Kosong Menang? Pilkada Ulang Ditentukan pada September 2025
Limbah Jadi Berkah, Warga Binaan Lapas Leok Ciptakan Peluang Hidup Baru
Dukung Peningkatan Layanan Hukum, Wakil Ketua MPR RI Abcandra Akbar Sambangi Kemenkumham Sulteng
Terlibat Kampanye Pilgub Sulsel, Kepala Samsat Makassar Yarham Yasmin Hanya Dijatuhi Hukuman Percobaan
Kasus Skincare Bermerkuri, LBH Makassar Pertanyakan Alasan Polisi Tak Menahan Tersangka