• Kamis, 4 Juni 2026

Cerita Tragis Pria di China: Dimarahi Bos, Terpuruk Depresi, Kini Hadapi Parkinson

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Kamis, 28 November 2024 | 20:59 WIB
Kisah pria China yang depresi 32 tahun akibat dimarahi bos, kini lawan insomnia dengan akupuntur.  (Dwi Rahayu Putri)
Kisah pria China yang depresi 32 tahun akibat dimarahi bos, kini lawan insomnia dengan akupuntur. (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - “Itu bukan kesalahan saya, tetapi atasan tetap menghukum saya.” Kalimat ini, yang diucapkan oleh Wang, pria 70 tahun asal China, merangkum kepahitan hidup yang ia bawa selama lebih dari tiga dekade. Sebuah kejadian di tempat kerja pada 32 tahun lalu meninggalkan luka yang tak terlihat, tetapi mendalam.

Bayangkan, dimarahi atas sesuatu yang bahkan bukan kesalahanmu, dan dampaknya begitu besar hingga mengubah jalannya kehidupan.

Baca Juga: Warga Mamuju Heboh! Ular Kobra Muncul dan Terjepit di Pagar Rumah, Damkar Beraksi Cepat

Wang mengaku bahwa sejak insiden itu, pikirannya tidak pernah benar-benar tenang. Dia mulai kehilangan kemampuannya untuk tidur dengan normal, memerlukan obat-obatan hanya untuk bisa beristirahat.

Dalam pengakuannya kepada South China Morning Post, Wang menyebutkan bahwa selain insomnia, ia juga menderita sakit kepala yang sering kambuh serta ingatan yang perlahan memudar. Sebuah bukti nyata bagaimana tekanan psikologis bisa merusak kesehatan fisik seseorang.

Baca Juga: Pilkada Sulteng 2024 Berlangsung Kondusif, Polda Ingatkan: Jangan Euforia Berlebihan

Namun, perjuangan Wang tidaklah mudah. Selama bertahun-tahun, ia berpindah-pindah rumah sakit, berharap menemukan solusi atas masalahnya. Sayangnya, tidak ada perubahan signifikan yang dirasakannya. Dokter-dokter yang ia temui memberikan pengobatan standar, tetapi efeknya minim. "Masalah itu sangat membebani pikiran saya," ujar Wang.

Ketika akhirnya ia mencoba terapi akupuntur di Rumah Sakit Pengobatan Tradisional China di Henan, ada sedikit harapan yang muncul. Dr. Niu Chaoyang, dokter yang menangani Wang, fokus pada titik-titik tertentu di otaknya melalui akupuntur.

Baca Juga: Hasil Seleksi CPNS Kemenkumham 2024 Diumumkan, Tahap Selanjutnya Jadi Penentu

Hal ini dilakukan untuk meredakan ketegangan yang sudah bertumpuk selama puluhan tahun. Wang pun diminta untuk mencoba melepaskan rasa dendam dan kesalnya terhadap kejadian di masa lalu.

“Insomnia yang dideritanya selama bertahun-tahun akhirnya membaik setelah lebih dari 20 hari terapi,” kata Dr. Niu. Wang mulai merasakan perubahan kecil namun berarti: ia bisa tidur beberapa jam tanpa obat dan merasakan kesehatannya perlahan membaik.

Baca Juga: Viral Momen Nenek Joget Bareng Pemuda Ganteng di Jepara, Kebahagiaan Tak Mengenal Usia

Meskipun hasilnya cukup menggembirakan, masalah yang telah ia derita selama ini tidak sepenuhnya hilang. Akibat stres yang kronis, Wang kini juga harus menghadapi Parkinson, sebuah penyakit degeneratif yang menyerang otak. Menurut Dr. Niu, kondisi ini diperburuk oleh depresi dan insomnia yang dibiarkan terlalu lama.

"Parkinson itu tidak bisa disembuhkan, tetapi kualitas hidupnya bisa terus kita upayakan untuk membaik," jelasnya.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini