• Selasa, 21 Juli 2026

142 Siswa SMAN 17 Makassar Terancam Gagal SNBP, Demonstrasi Meletus di Disdik Sulsel

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Kamis, 6 Februari 2025 | 08:24 WIB
142 siswa SMAN 17 Makassar panik karena data PDSS terlambat diinput, mengancam langkah mereka ke perguruan tinggi melalui jalur SNBP.
142 siswa SMAN 17 Makassar panik karena data PDSS terlambat diinput, mengancam langkah mereka ke perguruan tinggi melalui jalur SNBP.

Sulawesitoday - Pada Rabu pagi, 5 Februari 2025, suasana di sekitar Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan (Disdik Sulsel) mendadak memanas. Sekitar 142 siswa SMAN 17 Makassar menggelar demonstrasi.

Mereka khawatir tidak bisa mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dalam rangka SNPMB 2025.

Apa yang terjadi? Data penting mereka di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) tidak berhasil diinput tepat waktu.

Kepala sekolah, Abu Hanafi, mengungkapkan bahwa proses pendataan seharusnya berlangsung dari 6 hingga 31 Januari 2025.

Namun, masalah muncul di menit-menit terakhir. "Kalau lalai, bisa. Ini bukan kesalahan sistem, melainkan kami yang lalai," ujarnya dengan nada terbuka.

Menurutnya, kendala utama adalah proses input data secara manual. Operator tunggal yang bertugas harus memilah nilai rapor dari semester 1 hingga semester 5.

Hasilnya? Waktu habis dan data 142 siswa tidak sempat di-upload sebelum server ditutup.

Sementara itu, situasi ini membuat para siswa panik. Ketua OSIS SMAN 17 Makassar, Muhammad Arsyah Yusuf, mengaku kecewa.

"Kita semua merasa kaget dan panik. Impian untuk masuk PTN lewat jalur berprestasi sudah lama dinanti, tapi kini semua seolah berada di ujung tanduk," katanya.

Ia menambahkan, "Kami tak mencari siapa yang salah. Yang kami inginkan adalah solusi, karena 2,5 tahun belajar kami harus dihargai."

Tak tinggal diam, pihak sekolah sudah berkomunikasi dengan Disdik Sulsel. Abu Hanafi memastikan bahwa mereka telah mengajukan permohonan perpanjangan pendataan ke Kemendikti melalui perantara Disdik.

"Disdik telah membuka akses untuk beberapa sekolah. Kami berharap surat permohonan ini bisa segera diakomodir," sebutnya.

Baca Juga: Aksi Tegas BPOM Lawan Klaim Influencer Skincare, Regulasi Baru Segera Diterapkan

Peristiwa ini seolah menjadi gambaran betapa rentannya sistem pendataan yang masih bergantung pada input manual.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini