Sulawesitoday - Hujan deras yang mengguyur wilayah ini selama empat jam telah memicu meluapnya Sungai Palasa dan Sungai Tomini, sehingga mengakibatkan banjir bandang di enam desa. Bencana alam ini menyentuh dua kecamatan, yakni Kecamatan Palasa dan Kecamatan Tomini, dan membawa dampak signifikan bagi kehidupan ribuan warga.
Menurut keterangan Irwan Basri, Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong, data lapangan menunjukkan bahwa banjir telah menelan ribuan warga. “Data yang kami himpun dari petugas lapangan mencatat bahwa enam desa terdampak, dengan masing-masing tiga desa di Kecamatan Palasa dan Tomini,” ujar Irwan pada Jumat (14/03/2025).
Di Kecamatan Palasa, Desa Ogoansam mengalami dampak yang cukup serius dengan 50 KK terdampak. Sementara itu, Desa Bambasiang mencatat kerusakan yang lebih kompleks, di mana Dusun 1 melaporkan 89 KK (336 jiwa) dan Dusun 2 menyumbang 131 KK (616 jiwa) dengan kondisi akses yang terputus akibat isolasi. Desa Ulatan juga turut merasakan imbas banjir dengan 50 KK terdampak.
Tidak kalah parah, di Kecamatan Tomini dampak banjir melanda tiga desa, yaitu Desa Tomini Barat, Desa Tomini Utara, dan Desa Tomini Induk. Rincian data menunjukkan bahwa Desa Tomini Barat memiliki tiga dusun dengan 31 KK, 24 KK, dan 71 KK, sementara Desa Tomini Utara terdiri dari dua dusun yang masing-masing menyumbang 25 KK. Desa Tomini Induk pun menyumbang 6 KK terdampak. Secara keseluruhan, tercatat 502 kepala keluarga atau sekitar 2.510 jiwa yang harus menghadapi kondisi kritis ini.
Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga memutus dua jembatan penghubung antar desa, sehingga beberapa dusun mengalami isolasi total. Selain itu, arus deras banjir telah menyebabkan satu rumah mengalami kerusakan berat dan dua rumah hanyut terbawa arus.
Sebagian besar warga memilih mengungsi ke rumah kerabat atau keluarga terdekat karena belum tersedianya bantuan resmi. Kebutuhan mendesak seperti selimut, makanan siap saji, air bersih, perlengkapan bayi, dan perlengkapan lansia sangat dibutuhkan guna meringankan penderitaan warga.
Baca Juga: Desa Salutambun Terjebak Krisis Akses, Jalan Amblas Akibat Cuaca Ekstrem
Dalam upaya penanganan darurat, Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong telah menjalin koordinasi dengan Kementerian Sosial dan BPBD. Rapat singkat yang diadakan oleh Sekdis dan Kabid Linjamsos bersama pejabat BPBD membahas penetapan Status Tanggap Darurat (SK TD) untuk mempercepat penyaluran bantuan. Pihak berwenang berharap, dengan penetapan SK TD segera, distribusi bantuan akan berjalan optimal dan mampu meringankan beban masyarakat terdampak.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, guna mengantisipasi potensi bahaya lanjutan. Di tengah kondisi sulit ini, sinergi antara pemerintah dan warga diharapkan menjadi kunci dalam memulihkan situasi pasca bencana dan meminimalisir kerugian lebih lanjut.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday. Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.