berita

IHSG Anjlok 6,12 Persen: Isu Mundurnya Sri Mulyani dan Kekhawatiran BUMN Guncang Pasar Modal

Rabu, 19 Maret 2025 | 16:41 WIB
Penurunan IHSG yang tajam mengungkap kompleksitas tantangan ekonomi nasional di tengah dinamika politik dan global

Sulawesitoday - Berjatuhan tajam di tengah gejolak global dan dinamika domestik, pasar modal Indonesia kembali diguncang. Pada 18 Maret 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami penurunan sebesar 6,12% yang langsung memicu penghentian sementara perdagangan.

Gerakan pasar yang ekstrem ini memantulkan sinyal adanya tekanan besar yang mengakar dari berbagai isu, baik di dalam negeri maupun dari pengaruh luar.

Salah satu titik fokus yang memicu keresahan adalah rumor pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani. Di mata investor, sosok beliau selalu menjadi simbol kestabilan ekonomi nasional. Kabar yang menyebutkan kemungkinan mundurnya Sri Mulyani sempat menghempas kepercayaan publik secara drastis.

Meski demikian, Istana Kepresidenan dengan tegas meluruskan bahwa isu tersebut hanyalah kabar bohong, yang pada akhirnya tidak dapat menepis dampak psikologis di pasar.

Di balik isu personal tersebut, penurunan kepercayaan terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) turut memperparah kondisi. Pemerintah yang baru-baru ini mengumumkan pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dinilai menambah ketidakpastian. Walaupun janji transparansi dan pengelolaan profesional disampaikan, kecemasan mengenai dampak terhadap operasional dan distribusi dividen di antara perusahaan BUMN masih membayangi, menambah beban berat bagi stabilitas pasar.

Lebih jauh, tekanan dari dalam negeri mulai terasa. Melonjaknya angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjelang perayaan Idulfitri, ditambah defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), mengundang keprihatinan mendalam.

Sentimen negatif ini semakin diperparah oleh dinamika ekonomi global, di mana perlambatan pertumbuhan, inflasi yang mencekik, serta penurunan harga komoditas utama seperti batu bara dan kelapa sawit turut memberikan kontribusi signifikan terhadap kejatuhan IHSG.

Dalam menghadapi situasi genting ini, Menteri Keuangan menegaskan perlunya peningkatan tata kelola BUMN serta peneguhan fundamental perusahaan publik. “Transparansi dan profesionalisme menjadi kunci utama agar kepercayaan investor dapat segera pulih,” ujarnya.

Pernyataan tersebut seolah menjadi seruan bagi seluruh pelaku pasar, baik di sektor publik maupun swasta, untuk segera mengambil langkah strategis dalam mengatasi tantangan yang tengah mengancam stabilitas ekonomi.

Baca Juga: Polda Sulteng Gelar Shalat Ghoib, Doa Mengiringi Penghormatan untuk Tiga Pahlawan

Di balik angka-angka dan statistik yang mencuat, penurunan tajam IHSG ini mencerminkan kompleksitas persoalan ekonomi Indonesia. Kerapuhan pasar modal yang ditandai dengan ketidakpastian politik, kondisi domestik yang tidak menentu, serta gejolak global, menuntut kebijakan pemulihan yang cepat dan tepat.

Harapan kini tertuju pada langkah-langkah konkret yang dapat menyinergikan upaya pemulihan, sehingga kepercayaan investor perlahan kembali terbangun dan stabilitas ekonomi nasional pun dapat kembali terjaga.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday.

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.

Tags

Terkini