Sulawesitoday - BMKG kembali mengeluarkan imbauan penting menjelang momentum mudik dan libur lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah 2025.
Peringatan ini ditujukan kepada masyarakat, khususnya para pelaku transportasi laut dan penggiat aktivitas bahari di perairan Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut, Sulawesi Tengah.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan oleh Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis-Aljufri Palu Nur Alim di Kota Palu, dikonfirmasi bahwa kondisi perairan saat ini menunjukkan potensi gelombang tinggi dengan ketinggian rata-rata mencapai 1,5 meter.
Gelombang tersebut terutama terjadi pada sore hingga malam hari. Hal ini disebabkan oleh hembusan angin yang cukup kencang, bertiup dari arah Laut Filipina, sehingga kondisi pelayaran bisa menjadi semakin menantang.
"Pemilik jasa transportasi laut harus memperhatikan imbauan ini sebelum berlayar. Keselamatan pelayaran merupakan prioritas utama," ujar Alim dengan tegas. Ia menambahkan, situasi ini juga mengharuskan para nelayan untuk lebih berhati-hati.
"Jika cuaca menunjukkan tanda-tanda memburuk, sebaiknya aktivitas melaut ditunda demi menghindari risiko yang tidak diinginkan," tegasnya.
Tak hanya itu, pengelola wisata bahari juga mendapat anjuran untuk menyiagakan petugas secara intensif di lokasi wisata.
Langkah ini penting untuk mengantisipasi potensi bahaya yang bisa muncul akibat gelombang tinggi, terutama di masa libur ketika mobilitas masyarakat di area pesisir meningkat. “Biasanya, saat hari raya, masyarakat banyak beraktivitas di pantai.
Kondisi ini harus diantisipasi sedini mungkin guna mencegah kecelakaan pelayaran maupun insiden yang dapat membahayakan keselamatan,” ungkapnya.
Meski secara umum cuaca di masa libur lebaran cenderung bersahabat dengan disertai mendung dan gerimis ringan di beberapa wilayah, kawasan pesisir Banggai perlu mendapatkan perhatian khusus.
Potensi gelombang pasang yang terjadi bisa mengganggu aktivitas wisata dan menimbulkan dampak pada kelancaran pelayaran.
Baca Juga: DPD Gerindra Sulteng Dukung Penuh Erwin–Sahid di PSU Pilkada Parigi Moutong
BMKG mengimbau agar seluruh pihak, baik pengguna jasa transportasi laut maupun wisatawan, secara aktif memantau informasi cuaca terkini sebelum memulai perjalanan. Informasi dan pembaruan kondisi cuaca menjadi kunci utama dalam upaya meminimalkan risiko akibat fenomena alam yang tidak menentu.
Langkah antisipatif ini diharapkan dapat menjaga keselamatan dan mencegah terjadinya kecelakaan di perairan Sulawesi Tengah.