Sulawesitoday - Pemerintah menetapkan sejumlah program bantuan dan investasi untuk memperkuat sektor pendidikan dasar dan menengah.
Salah satu langkah krusial adalah pemberian tunjangan senilai Rp300.000 per bulan kepada guru honorer, yang akan mulai direalisasikan pada awal tahun ajaran baru Juli mendatang.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan, “Program bantuan guru honorer sebesar Rp300.000 per orang kami salurkan setiap bulan. Tahun ini, pencairan dimulai bersamaan dengan tahun ajaran baru pada Juli.”
Skema ini dirancang untuk menjangkau 310.000 guru honorer di seluruh Indonesia, menyesuaikan prioritas efisiensi anggaran di bawah kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan program revitalisasi pendidikan dengan alokasi anggaran Rp16,9 triliun.
"Dana ini akan diprioritaskan untuk 11.440 satuan pendidikan, guna meningkatkan kualitas dan relevansi pembelajaran,” imbuh Abdul Mu’ti saat memaparkan rencana strategisnya di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor, peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Program revitalisasi mencakup perbaikan kurikulum, peningkatan sarana prasarana, serta pelatihan tenaga pendidik. Dengan dukungan dana tersebut, diharapkan proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih efektif, sekaligus menyiapkan generasi unggul di era digital.
Sejalan dengan itu, pemerintah juga mengalokasikan Rp2 triliun untuk penyediaan smartboard di 15.000 sekolah. Smartboard ini diharapkan menjadi tulang punggung digitalisasi kelas, menggantikan papan tulis konvensional.
"Kita akan distribusikan smartboard, televisi, dan bahkan modul pembelajaran digital. Guru pun akan mendapat pelatihan khusus agar perangkat ini dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
Abdul Mu’ti menambahkan, tahap persiapan materi pelatihan tengah berjalan, dengan target realisasi mulai tahun ajaran baru nanti.
Penyediaan smartboard diharapkan memperkaya metode pengajaran, meningkatkan interaksi, dan mempermudah siswa memahami konsep sulit.
Baca Juga: 157 NIP PPPK Guru Sulteng Disetujui, Parigi Moutong Terbanyak Lulus Tanpa Usulan
Dengan serangkaian kebijakan ini, pemerintah menegaskan komitmennya memajukan pendidikan tanpa mengabaikan keterbatasan anggaran.
"InsyaAllah, melalui program bantuan guru honorer, revitalisasi pendidikan, dan digitalisasi kelas, kita dapat menumbuhkan ekosistem belajar yang lebih berkualitas,” tutup Mendikdasmen.