Sulawesitoday - Isu ijazah Presiden Joko Widodo yang diduga palsu kembali menanjak ke permukaan. Kali ini, sorotan publik tertuju pada mantan Menpora dan pakar telematika Roy Suryo. Bukan karena cuitannya, tapi karena dirinya dilaporkan langsung ke polisi.
Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (2/5), mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang menyiapkan pemanggilan terhadap Roy Suryo. Penyidik tengah menggali keterangan dari sejumlah pihak terkait dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI itu.
“Penyidik masih dalam tahap penyelidikan. Dua saksi akan kami panggil dalam waktu dekat,” ujar Kompol Murodih, Kasi Humas Polres Jaksel, tanpa merinci siapa saja saksi itu.
Laporan terhadap Roy Suryo dilayangkan oleh Tim Advokat Public Defender—kelompok pengacara yang bernaung di bawah Peradi Bersatu. Laporan resmi itu teregistrasi dengan nomor LP/B/1387/IV/2025 tertanggal 26 April 2025.
Belum ada keterangan lebih lanjut apakah Roy akan dimintai keterangan sebagai saksi pelapor atau terlapor, tapi aroma perseteruan lama kembali menguar. Pasalnya, Roy termasuk figur yang cukup vokal dalam mengkritisi keaslian dokumen pendidikan Jokowi beberapa waktu terakhir.
Di sisi lain, Presiden Jokowi sendiri juga sudah ambil bagian dalam pusaran laporan ini. Pada 30 April lalu, ia mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Bukan untuk mengelak, justru memperkuat posisi—dengan membuka ruang bagi penyidik untuk memverifikasi ijazahnya secara digital forensik.
Menurut Polda Metro Jaya, laporan Jokowi tersebut kini ditangani oleh Subdit Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum. Penanganannya tak main-main, mengingat kasus ini telah menimbulkan riak politik di tengah tahun pemanasan jelang 2029.
Baca Juga: Ketika Pendidikan Menjadi Senjata Diam Melawan Kemiskinan Ekstrem di Parigi Moutong
Jokowi pun menyebut tudingan ijazah palsu sebagai bentuk fitnah yang tak berdasar. “Silakan dicek, saya terbuka,” ucapnya beberapa waktu lalu.
Meski belum ada simpul akhir dari benang kusut ini, publik tampaknya sudah mulai bersiap: drama baru soal keaslian dokumen negara kembali tayang. Dan kali ini, nama Roy Suryo ada di kredit pembuka.
Artikel Terkait
Ancaman Kolaps APBD Donggala: Hanya 700 dari 2.055 PPPK Dibayar, Pembangunan Terancam Stagnasi
Gubernur Sulteng Anwar Hafid Berteriak Lantang, Bappenas Menoleh: DBH Sulteng Diambang Revisi
Polisi Air Ungkap Sindikat Bom Ikan di Perairan Paleleh Barat Buol
Bocah Hilang Usai Bermain di Sungai Tulo, Ditemukan Meninggal di Pantai Mamboro. Polisi: Masih Penyelidikan
Ketika Pendidikan Menjadi Senjata Diam Melawan Kemiskinan Ekstrem di Parigi Moutong