Sulawesitoday - Tim Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Buol akhirnya memutus rantai “ledakan” ilegal di perairan Desa Harmoni, Kecamatan Paleleh Barat, Rabu (30/4/2025).
Setelah tiga pekan memantau gelagat mencurigakan, Komandan Pos Polairud Buol, Bripka Zubair, memimpin operasi sore hari—tepat pukul 16.00 WITA—yang berujung pada pengejaran dramatis dua perahu nelayan.
Awal cerita seperti layaknya sandiwara laut: dua perahu tiba‑tiba melaju kencang saat tim patroli mendekat. Salah satu perahu berbelok drastis ke kanan, satunya lagi menghilang ke cakrawala ombak.
"Mereka seakan tahu kami mengintai,” kata Bripka Zubair sambil menahan senyum tipis—sitiran kecil yang mengingatkan kita betapa cerdasnya para pelaku.
Namun tak ada yang luput dari radar Polairud: lima orang di perahu pertama tak berkutik ketika mesin dipadamkan paksa.
Dalam kilas balik kronologis, kapal pengawas sempat kehilangan jejak saat para pelaku melempar kantong-kantong misterius ke laut.
Satu langkah polos yang berubah jadi bumerang: selang dan kompresor kompak ikut hanyut, sementara kantong plastik yang sempat mengambang menandai lokasi “handak” dibuang.
Alih‑alih hilang, titik koordinat terdata, barang bukti berhasil diangkat bersama satu unit perahu fiber dan dua mesin tempel 25 PK.
Identitas kelima tersangka kini terang-benderang:
Imran Moputi (59), Desa Dumolodo, Gorontalo Utara
Rospian (36), Desa Dumolodo, Gorontalo Utara
Pardin Basurapa (30), Desa Iloheluma, Gorontalo Utara
Lukman SL. Habo (18), Lamakan, Buol
Randi Liputo (19), Desa Dumolodo, Gorontalo Utara
Artikel Terkait
Kandungan Porcine di Produk Bersertifikat Halal, MUI Soroti Titik Lemah Sistem Jaminan
Dari Cimahpar ke Sekolah-Sekolah Kusam, Presiden Membawa PHTC dan Mimpi Lama
Ketika Dompet Digital Membawa Petaka: 5.000 Rekening Judol Dibekukan, Rp600 Miliar Menguap
Ancaman Kolaps APBD Donggala: Hanya 700 dari 2.055 PPPK Dibayar, Pembangunan Terancam Stagnasi
Gubernur Sulteng Anwar Hafid Berteriak Lantang, Bappenas Menoleh: DBH Sulteng Diambang Revisi