Sulawesitoday - Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Wanggarasi, Pahuwato, Gorontalo, pada Sabtu, 3 Mei 2025, pukul 19.51.45 WIB.
Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Episenter terletak pada koordinat 0,57° LU dan 121,68° BT, tepatnya 32 kilometer barat laut Pohuwato, Gorontalo, dengan kedalaman hiposenter 98 kilometer.
Karakteristik gempa menengah ini dipicu oleh aktivitas deformasi pada lempeng Laut Sulawesi, dengan mekanisme sumber berupa pergerakan mendatar-naik (oblique‑thrust fault).
Getaran intensitas IV MMI dirasakan kuat di Boalemo dan Kabupaten Pohuwato, di mana penduduk di dalam rumah merasakan guncangan signifikan disertai bunyi derik pintu dan dinding, bahkan beberapa gerabah dilaporkan pecah.
Wilayah Gorontalo, Gorontalo Utara, Manado, Tarakan, Nunukan, Bolaang Mongondow (Utara dan Selatan), Minahasa Tenggara, Toli‑toli, Luwuk, dan Berau merasakan getaran III MMI—seakan truk besar melintas di sekitar rumah.
Di Palu dan Morowali Utara intensitas II–III MMI tercatat; getaran terasa nyata namun tidak menimbulkan kerusakan berarti.
Pemodelan BMKG menegaskan risiko tsunami nihil untuk gempa ini. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Hingga pukul 20.30 WIB, terjadi satu gempa susulan (aftershock) berkekuatan M3,1.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG menghimbau warga untuk:
1. Menjauhi bangunan retak atau rusak pascagempa hingga dinyatakan aman.
2. Memeriksa kembali struktur rumah dan fasilitas publik sebelum kembali beraktivitas di dalam bangunan.
3. Mengutamakan informasi resmi dari BMKG melalui kanal terverifikasi: Instagram/Twitter @infoBMKG, situs www.bmkg.go.id dan inatews.bmkg.go.id, Telegram (t.me/InaTEWS__BMKG), serta aplikasi mobile WRs‑BMKG atau InfoBMKG.