Sulawesitoday - Awal pekan Senin (12/5/2025) terguncang oleh musibah kebakaran hebat di Pasar Simpong, Kabupaten Banggai. Sekitar pukul 01.30 WITA, kobaran “jago merah” langsung menjalar, melahap puluhan lapak pedagang ayam potong dan ikan segar hingga menghanguskan ratusan kios dalam hitungan menit.
Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Banggai, Suwitno Abusama, kejadian diduga bermula dari korsleting listrik di salah satu kios bagian tengah pasar. “Laporan masuk pukul 01.30 WITA. Segera seluruh armada pemadam dikerahkan, dan api berhasil kami kuasai dalam dua jam,” ujar Suwitno saat meninjau lokasi.
Suasana di lapangan masih menyisakan kepulan asap pekat dan bau hangus yang menusuk, sedangkan guci-guci besi dan sisa kayu terbakar menjadi saksi bisu kekuatan api yang menyambar cepat. Material kayu bangunan pasar memudahkan si jago merah menguat, sehingga proses pemadaman sempat terkendala.
Lebih jauh, Suwitno menuturkan bahwa pihaknya hingga kini masih menunggu hasil penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. “Kami masih menegakkan dugaan awal, namun tidak menutup kemungkinan penyebab lain. Semua saksi telah dimintai keterangan,” jelasnya.
Dampak kebakaran amat memprihatinkan. Ratusan pedagang diungsikan, dagangan mereka hangus terbakar, dan kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. Sejumlah pedagang terlihat meneteskan air mata saat menyaksikan puing-puing toko kosong, sementara sebagian lagi berupaya menyelamatkan barang yang tersisa.
“Kami tidak tahu harus mulai dari mana, seluruh modal hilang. Semoga ada bantuan cepat,” ucap Iskandar, salah satu pedagang ayam potong, dengan suara bergetar.
Aparat keamanan dan petugas pemadam masih berjaga untuk memastikan tak ada titik api tersisa, serta membantu proses evakuasi barang-barang yang masih selamat.
Baca Juga: Jaringan Transmisi 275 kV Terganggu, Pasokan Listrik Palu dan Sekitar Diperbaiki Bertahap
Pemerintah daerah pun diharapkan segera menyalurkan bantuan darurat, baik berupa sembako, bantuan finansial, maupun tenda darurat untuk tempat berjualan sementara.
Meski tragedi ini belum menelan korban jiwa, kerugian materil dan trauma pedagang menjadi pekerjaan rumah bersama. Warga Banggai menanti aksi cepat penanganan pascakebakaran agar kehidupan ekonomi pasar segera bangkit kembali.