berita

Paspor Aktivis Gaza Berserakan di Kairo, RI Terlibat? Sebuah Kisah Deportasi yang Menyisakan Tanda Tanya

Senin, 16 Juni 2025 | 00:01 WIB
Viralnya foto paspor Indonesia di tengah tumpukan paspor aktivis yang dideportasi Mesir memantik pertanyaan publik: siapa dia?

Sulawesitoday - Sebuah adegan ganjil terhampar di jantung Kairo, Jumat pekan lalu. Bukan piramida yang menjulang, melainkan ratusan lembar paspor dari pelbagai negara, berserakan tanpa harga di lantai sebuah kantor imigrasi Mesir. Di antara tumpukan itu, terselip lambang Garuda, lambang kebesaran Republik Indonesia, menimbulkan bisik-bisik dan tanya yang menggantung.

Lebih dari tiga puluh aktivis kemanusiaan internasional, yang sedianya berpartisipasi dalam "Long March to Gaza" – sebuah pawai damai untuk menyuarakan solidaritas bagi warga Palestina – justru mendapati diri mereka terdampar. Mereka bukan mendarat di perbatasan Gaza, melainkan tertahan di hotel-hotel dan sudut Bandara Internasional Kairo. Dalih otoritas negeri Firaun itu sederhana: para aktivis tidak mengantongi izin resmi.

Namun, yang paling menggegerkan jagat maya adalah potret pilu yang viral di linimasa X (dulu Twitter). Akun @MarbotAlAqsha mengunggah gambar paspor yang berserakan, seolah tak bernilai. “Paspor aktivis asing yang bersolidaritas untuk Gaza #LongMarchToGaza dibuang ke lantai oleh otoritas Mesir sebelum akhirnya mereka dideportasi. Masya Allah ada paspor dari Indonesia, siapakah dia?” tulis akun tersebut, memantik gelombang reaksi.

Kantor berita sekelas Reuters dan Associated Press tak mau ketinggalan. Mereka mengkonfirmasi bahwa memang puluhan aktivis asing telah dideportasi. Kabarnya, lebih dari 200 individu sempat ditahan, diinterogasi berjam-jam, dan bahkan "dipaksa" membeli tiket pulang sendiri. Di antara para aktivis yang datang dari berbagai penjuru dunia itu, terselip pula wajah-wajah yang diperkirakan berasal dari Indonesia.

Hingga kini, identitas sang pemilik paspor berlambang Garuda itu masih diselimuti misteri. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pun masih bungkam, belum melontarkan sepatah katapun terkait insiden ini. Sebuah keheningan yang justru kian menyulut tanya di benak publik.

Mesir, negara yang memegang kunci mediasi antara Israel dan Palestina, memang kerap bertindak tegas terhadap aksi-aksi yang dianggap bisa memantik bara di kawasan. Sebuah kebijakan yang, bagi sebagian pihak, terasa kontra-produktif dengan semangat kemanusiaan.

Di media sosial, desakan agar pemerintah Indonesia segera menyingkap tabir misteri ini terus bergulir deras. Insiden ini, pada akhirnya, meninggalkan satu pertanyaan besar yang menggantung di udara, "Siapa sebenarnya yang takut dengan solidaritas?"

Terkini