berita

Pasca Rudal Iran, Netanyahu Keluar dari Bunker, Arahkan Ancaman ke Teheran

Senin, 16 Juni 2025 | 12:51 WIB
Keluar dari bunker persembunyian, PM Netanyahu kunjungi Bat Yam, bersumpah Iran akan membayar mahal usai serangan rudal.

Sulawesitoday - Sosok itu akhirnya muncul ke permukaan. Setelah berhari-hari bersembunyi di balik dinding tebal bunker, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyembulkan diri di Bat Yam, sebuah kota yang belum lama ini jadi saksi bisu amuk rudal Iran.

Ia menatap puing-puing, menelusuri kerusakan yang menganga, seolah ingin meyakinkan mata sendiri tentang apa yang telah terjadi. Pemandangan langka, seorang pemimpin Zionis yang konon tak tergoyahkan, kini berdiri di tengah serpihan kehancuran.

Dengan wajah yang tak bisa menyembunyikan keletihan, Netanyahu mencoba merangkai kata.

“Iran akan membayar harga yang sangat mahal atas pembunuhan warga sipil, perempuan, dan anak-anak yang mereka lakukan dengan sengaja,” ujarnya, suaranya sedikit parau namun penuh kemarahan.

Ia datang didampingi deretan pejabat tinggi: Menteri Pertahanan, Menteri Energi, hingga Kepala Polisi, seolah ingin menunjukkan soliditas di tengah guncangan. Ini bukan sekadar kunjungan, melainkan pernyataan bahwa Israel tak akan gentar.

Di sela-sela pidatonya, Netanyahu tak henti menekankan pentingnya arahan Komando Pertahanan Sipil.

“Penting dan wajib untuk mengikuti arahan Komando Pertahanan Sipil, karena mereka yang mendengar dan melaksanakan arahan tersebut, serta berada di tempat perlindungan, selamat. Sedangkan yang tidak, sayangnya, menjadi korban,” katanya, seolah menunjuk pada nasib malang mereka yang tak sempat berlindung dari hujan api Iran.

Namun, di balik retorika ancaman dan duka cita, terkuak cerita lain yang tak kalah menyengat. Sebelum tampil heroik di Bat Yam, Netanyahu sempat melakoni sebuah “pelarian senyap”.

Wing of Zion, pesawat kepresidenan Israel, buru-buru lepas landas dari Bandara Ben-Gurion. Bukan untuk kunjungan kenegaraan biasa, melainkan membawa Netanyahu menjauh dari jangkauan rudal-rudal hipersonik Iran yang berhasil menembus pertahanan langit Israel, bahkan Iron Dome yang selama ini digadang-gadang tak terkalahkan. Sebuah pemandangan yang memperlihatkan, bahkan di balik benteng terkuat, kerentanan tetaplah nyata.

Netanyahu mengklaim, Israel kini berada dalam "pertempuran eksistensial". Ia membayangkan skenario terburuk: “Bayangkan apa yang akan terjadi jika Iran memiliki senjata nuklir untuk dijatuhkan ke kota-kota Israel.

Bayangkan apa yang akan terjadi jika Iran memiliki 20 ribu rudal seperti itu. Bukan satu, tapi 20 ribu.” Ancaman tersebut, menurutnya, adalah pemicu bagi Israel untuk melancarkan "perang penyelamatan" dengan kekuatan penuh.

Baca Juga: Israel Terancam Gelap? Rudal IRGC Klaim Sasar Jantung Energi Zionis, Respons Netanyahu Tak Main-Main!

“Pasukan kami, pilot kami di atas langit Iran. Kami akan mencapai tujuan kami dan juga memberikan pukulan telak kepada mereka. Mereka akan merasakan kekuatan tangan kami,” tegas Netanyahu, menyiratkan balasan yang bakal sangat menyakitkan.

Hingga kemenangan tiba, ia meminta warganya tetap waspada dan patuh pada arahan pertahanan. “Dan jagalah dirimu dengan sungguh-sungguh,” pesannya, menutup pidato dengan keyakinan akan pertolongan Tuhan dan kemenangan.

Tags

Terkini