berita

Cerita Zaskia Adya Mecca Ikut Global March to Gaza Rasakan Situasi Mencekam di Gerbang Rafah

Senin, 16 Juni 2025 | 15:14 WIB
Zaskia Mecca hadapi ketegangan di Gerbang Rafah. Ia dan delegasi Indonesia berjuang mandiri di tengah deportasi aktivis.

Sulawesitoday - Gerbang Rafah di Mesir bak medan pertempuran tanpa senjata, bukan lagi sekadar pintu perbatasan. Di sana, Zaskia Adya Mecca, aktris yang kini jadi pegiat kemanusiaan, bersama sepuluh perwakilan Indonesia merasakan langsung betapa alotnya negosiasi, betapa tajamnya risiko.

Mereka adalah bagian dari ribuan peserta Global March to Gaza, aksi jalan kaki damai nan nekat sejauh 50 kilometer dari Kairo, yang kini terhimpit antara harapan dan kenyataan pahit di tanah Firaun.

Delegasi Indonesia, yang terbang dari Jakarta pada Kamis (12/6) bersama Kitabisa, terdiri atas nama-nama tak asing seperti Ratna Galih Indriani dan Wanda Hamidah, hingga individu berhati baja lainnya.

Setibanya di Kairo, mereka langsung menyatu dengan peserta dari lebih 50 negara, membawa satu suara: menyuarakan kemanusiaan.

Namun, harapan itu rupanya tak semulus jalan tol. Lewat Instagram Story, Zaskia menyiratkan situasi di lapangan jauh dari kata ideal.

"Yang nanya kabar, alhamdulillah situasi kami aman tapi sangat jauh dari yang diharapkan," tulisnya pada Sabtu (14/6), menegaskan bahwa rombongan baik-baik saja meski tensi meninggi. Ia kembali menenangkan warganet keesokan harinya, berjanji berbagi cerita tentang kemecekan suasana.

Mereka berangkat, tanpa embel-embel dukungan resmi negara, hanya berbekal nyali dan nurani.

"Kami pergi atas inisiatif dan biaya sendiri. Kalau semua orang takut pada tiran, siapa yang membela orang lemah?" tegas Zaskia. Ratna Galih menambahkan, keberanian ini lahir dari keinginan memberi teladan pada anak-anak, mengajari mereka melawan ketidakadilan.

Pun segala dokumen dan briefing telah dipaparkan gamblang, risiko tetaplah bayang-bayang yang membuntuti. "Semua dokumen, briefing dari panitia sangat clear, risiko apa pun ditanggung masing-masing," ungkap Zaskia.

Ia bersaksi, negosiasi dengan pemerintahan Mesir berlangsung alot, penuh kerikil tajam. Di bandara Kairo, Zaskia bahkan melihat langsung bagaimana aktivis dari Eropa dideportasi, sementara banyak lainnya ditangkap atau ditahan.

Beruntung, rombongan Indonesia bisa melalui imigrasi dengan lancar, seolah ada tangan tak terlihat yang menaungi.

Baca Juga: Pasca Rudal Iran, Netanyahu Keluar dari Bunker, Arahkan Ancaman ke Teheran

Global March to Gaza sendiri punya empat tuntutan sakral: pembukaan akses kemanusiaan tanpa syarat ke Gaza, penghentian agresi militer Israel, penarikan penuh pasukan Israel, dan berakhirnya penjajahan Palestina.

Aksi ini diproyeksikan mencapai puncaknya pada 15 Juni, ketika seluruh peserta berkumpul di Gerbang Rafah, mendesak Mesir membuka koridor bantuan. Sebuah asa yang menggantung di tengah ketegangan yang kian menjadi.

Tags

Terkini