berita

Bnei Brak Kota Diyakini Dilindungi Tuhan Runtuh Kena Rudal Iran, Guncang Iman Warga

Jumat, 20 Juni 2025 | 11:31 WIB
Serangan roket Iran perdana di Bnei Brak tak cuma jatuhkan korban jiwa, namun juga menghantam benteng spiritual ultra-Ortodoks. Keyakinan ribuan tahun diuji.

Sulawesitoday - Untuk pertama kali sejak 1948, Israel menyaksikan sebuah paradoks pahit: benteng rohani yang diyakini kebal, yakni kawasan ultra-Ortodoks Bnei Brak, kini terkoyak oleh roket musuh.

Sebuah pukulan telak, bukan hanya bagi fisik bangunan, melainkan juga sendi-sendi keimanan yang telah berakar kuat di dada warganya.

Insiden ini, yang terjadi di tengah mendidihnya konflik militer antara Israel dan Iran, telah menorehkan luka yang lebih dalam dari sekadar puing-puing bangunan.

Kabar dari harian Haaretz menyiratkan duka: sebutir roket, disinyalir dari Iran, menukik tajam menghantam sebuah rumah, merenggut nyawa seorang lansia berusia sekitar 80 tahun.

Bnei Brak, yang selama ini dibingkai keyakinan sebagai tanah suci yang dilindungi secara ilahi, sontak diterpa gelombang panik.

Ledakan itu tak hanya merusak dinding-dinding, tetapi juga mengoyak ketenangan batin yang telah lama dianyam.

"Bahkan saat Perang Teluk pertama, tak satupun roket jatuh di sini. Semuanya selalu menghantam Ramat Gan atau Petah Tikva," keluh seorang warga kepada Haaretz, suaranya sarat getir.

Keyakinan itu memang tak datang hampa; ia bersandar pada ajaran dua sufi agung, Rabbi Shazon Ish dan Rabbi Chaim Kanievsky, yang konon telah memayungi kota ini dengan berkah spiritual.

Bnei Brak, sebuah kota yang dikenal sebagai simpul religius terpenting di Israel, jarang sekali menjadi sasaran langsung dalam pusaran konflik.

Namun, hantaman mematikan ini ibarat palu godam yang mengguncang menara keyakinan. Josh Breiner, seorang jurnalis Haaretz, mengamati betapa komunitas Yahudi ultra-Ortodoks di Bnei Brak kini terjerumus dalam jurang kecemasan.

Mereka merasa, "perlindungan spiritual" yang selama ini menjadi tameng, kini hancur lebur—sebuah kehancuran yang melampaui batas-batas material.

Serangan roket kali ini memang lebih dari sekadar insiden militer; ia adalah titik balik, sebuah narasi baru dalam eskalasi konflik antara Israel dan Iran yang kian memanas dalam pekan-pekan belakangan.

Baca Juga: Akta Cerai Gaib Hebohkan Sulteng, Kemenkum Pasang Badan Bela Hak Perempuan

Data dari Times of Israel merinci skala kehancuran yang lebih luas: delapan orang tewas dalam rentetan serangan roket Iran ke beragam wilayah Israel pada hari yang sama, termasuk Petah Tikva dan Haifa.

Halaman:

Tags

Terkini