berita

Irak Murka 50 Jet Tempur Israel Diduga Simulasi Perang di Langit Baghdad

Sabtu, 21 Juni 2025 | 13:39 WIB
Baghdad geram, tuding 50 jet tempur Israel langgar kedaulatan udaranya untuk simulasi serang Iran. AS disebut tahu tapi bungkam. Provokasi serius!

Sulawesitoday - Baghdad bergolak. Pejabat tingi Irak menuduh puluhan jet tempur Israel, totalnya 50 pesawat, telanjang melanggar kedaulatan udaranya pekan ini.

Manuver langit yang disebut-sebut sebagai simulasi serang ke Iran, ini membuat Irak terperangkap di tengah prahara regional. Sebuah ‘teater perang’ dadakan yang tak dikehendaki.

Pesawat-pesawat itu, tak tanggung-tanggung, berjenis F-15, F-16, dan F-35—barisan tempur paling canggih—terdeteksi mondar-mandir di langit barat Irak selama beberapa jam.

Mereka seperti hantu tak kasat mata, melenggang bebas tanpa izin, sebelum kemudian putar haluan kembali ke pangkalan lewat Yordania dan Suriah. Sebuah pesta udara yang membuat Irak hanya bisa memandang dengan geram.

Kecurigaan ke Amerika Serikat

Bukan hanya Israel yang disorot, jari telunjuk Baghdad juga mengarah ke Washington. Amerika Serikat, yang punya pangkalan dan sistem radar canggih membentang di Al-Asad, Irak barat, diduga kuat tahu menahu perihal "pesta udara" ini.

Namun, anehnya, tak secuil pun informasi sampai ke telinga pemerintah Irak di Baghdad. Kecurigaan kolusi, atau setidaknya pembiaran, tak dapat dibendung. Sebuah bisik-bisik yang kini jadi sorotan tajam.

"Ini pelanggaran yang jelas dan provokasi tak bisa diterima," kata seorang pejabat anonim dari kantor Perdana Menteri Irak, Mohammed Shia al-Sudani, sebagaimana dikutip The New Arab (Al-Araby Al-Jadeed) dari Qatar.

Baghdad merasa harga dirinya diinjak-injak, kedaulatan negara jadi pajangan di etalase konflik. Mereka pun tak gentar menyatakan berhak untuk membalas, pada waktu dan tempat yang dinilai pas. Ancaman yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Ironi di Tengah Ketegangan

Insiden ini bukan sekadar manuver militer biasa. Skalanya yang masif—50 pesawat tempur—menunjukan ini adalah latihan bersar, terkoordinasi, dan bukan sekadar patroli.

Dan ironinya, jika tujuan utama adalah mensimulasikan serbuan ke fasilitas nuklir Iran, maka Irak telah jadi ‘panggung’ utama bagi drama perang yang bukan miliknya.

Baca Juga: Diingatkan AS Soal Perang Iran Israel, Hizbullah Tak Gentar Menjawab

Stabilitas negara yang masih rapuh ini kembali digoyangkan, terimpit di antara kepentingan-kepentingan adidaya.

Halaman:

Tags

Terkini