berita

Anleg Komisi VIII DPR RI Soroti Ketidakhadiran Dinkes dan BPBD di Lokasi Banjir Parigi Moutong

Minggu, 22 Juni 2025 | 14:40 WIB
Anggota Komisi VIII DPR RI, Matindas J. Rumambi, kritik pedas Dinkes dan BPBD Parigi Moutong yang absen di lokasi banjir.

Sulawesitoday - Angin segar dari Jakarta ternyata tak serta merta disambut hangat di Parigi Moutong. Anggota Komisi VIII DPR RI, Matindas J. Rumambi, seperti menjinjing bara, ketika mendapati dua sosok penting tak nampak batang hidungnya di lokasi banjir Kecamatan Bolano dan Bolano Lambunu, Minggu (22/06/2025).

Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, dua pejabt yang semestinya jadi garda terdepan, justru absen dari derita warganya.

"Seharusnya saat terjadi bencana seperti ini, Dinas Kesehatan wajib hdir. Karena dalam kondisi bencana, pasti ada dampak terhadap kesehatan masyarakat. Jika ada keluhan pelayanan atau kekurangan obat, bisa langsung ditangani di tempat," tegas Matindas, nada suaranya menukik tajam saat berada di Lambunu.

Sebuah teguran keras, seolah menampar pipi kepedulian yang bolong di tengah pusaran air bah. Ini bukan soal formalitas, melainkan nyawa dan kesehatan rakyat yang terancam, dan Dinkes Parigi Moutong bak hilang ditelan bumi.

Di tengah absennya dua "nahkoda" penting itu, Matindas tak lantas berpangku tangan. Ia langsung meminta Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong, Tri Nugrah Adiyarta, untuk segera melakukan koordinasai dengan sejumlah pemangku kepentingan.

Harapannya satu: pelayanan terhadap para penyintas bencana bisa maksimal, tak ada celah yang luput dari perhatian. Sebuah pesan yang gamblang: saat badai datang, semua mesti bergerak, bukan malah bersembunyi di balik meja.

Kunjungan Matindas ini bukan sekadar lip service. Ia blusukan langsung, menjamah tiap jengkal tanah yang porak-poranda.

Desa Sritabaang, Desa Bajo, hingga Desa Siendeng di dua kecamatan itu ia sambangi satu per satu. Tak sendiri, Matindas didampingi Kepala Sentra Nipotowe Palu, Diah Rini Lesmawati, Plt. Kadis Sosial Parigi Moutong, Tri Nugrah Adiyarta, serta Anggota DPRD Parigi Moutong, Feiny M. Kairupan, S.IP. Sebuah rombongan yang solid, bukti keseriusan pemerintah pusat dalam penangananan bencana.

Bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia pun tak lupa ia serahkan langsung kepada para penyintas banjir. Ada 150 lembar kasur, 150 lembar selimut, 150 paket Family Kit, 150 paket Kidsware, dan tenda-tenda yang siap menaungi asa.

Matindas dan Ibu Diah bahkan menyempatkan diri mengunjungi camp pengungsian di Desa Sritabaang, memberikan layanan dukungan psikososial. Sebuah sentuhan kemanusiaan, langsung dari hati ke hati, tanpa birokrasi berbelit.

Baca Juga: Parigi Moutong Terendam Banjir, Pemkab Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari

Kunjungan Anggota Komisi VIII DPR RI, Matindas J. Rumambi ini menegaskan, pemerintah pusat tak mau cuci tangan.

Mereka hadir, memastikan penangananan bencana berjalan maksimal, dan bantuan tepat sasaran, menjangkau seluruh penyintas. Sebuah potret kontras, kala perhatian dari Senayan begitu kentara, namun beberapa pejabt lokal memilih tak terlihat.

Halaman:

Tags

Terkini