berita

Peluang Bisnis di Sulawesi Tengah Menganga Lebar, Investor Tiongkok Lirik Sawit dan EBT

Minggu, 22 Juni 2025 | 18:42 WIB
Peluang Bisnis di Sulawesi Tengah Menganga Lebar, Investor Tiongkok Lirik Sawit dan EBT

Sulawesitoday - Pemprov Sulawesi Tengah secara resmi membuka ruang investasi seluas-luasnya bagi para investor dari Tiongkok. Fokus bidikannya? Hilirisasi kelapa sawit dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Sebuah langkah strategis yang konon bisa mengubah wajah ekonomi daerah.

Sulteng Membuka Diri: Jantung Investasi Sawit dan Energi Terbarukan Bagi Naga Asia

Beberapa waktu lalu, gaung tawaran ini langsung meluncur dari ruang kerja Gubernur di Palu, saat Konsul Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Makassar, Mr. Zhang Wei, bersama rombongannya bersua dengan orang nomor satu di Bumi Tadulako itu.

"Saya buka karpet merah bagi investor Tiongkok, terutama untuk hilirisasi sawit dan energi terbarukan," tegas Rusdy Mastura, Gubernur Sulteng kala itu, seperti ingin mengunci peluang.

Bukan tanpa alasan Gubernur 'memaksa' investor menanam modalnya di sektor hilir. Kata dia, daerah ini tidak sudi lagi hanya jadi lumbung bahan mentah semata, tak lebih dari pengekspor Crude Palm Oil (CPO).

"Kita tak boleh hanya jual CPO mentah. Harus olah jadi produk jadi, biar nilai tambahnya melesat, lapangan kerja menganga, dan petani sawit kita bisa senyum lebar," jelas sang Gubernur, menggambarkan impiannya. Dari minyak goreng, margarin, sabun, sampai kosmetik, semua ada di daftar tunggu.

Potensi sawit Sulteng memang bukan kaleng-kaleng. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Sulteng, drh. Dandi M. Berlian, yang ikut mendampingi, tanpa sungkan membeberkan data yang bikin mata terbelalak: 512.185 hektare lahan perkebunan sawit, dengan produksi Tandan Buah Segar (TBS) mencapai 8.639.462 ton per tahun.

CPO-nya? 1.814.287 ton saban tahun. Dandi mengeluh, produksi segamblang itu belum termanfaatkan maksimal untuk industri hilir.

Tak cuma sawit, Rusdy Mastura juga melirik langit dan air. Ia menawarkan investasi di sektor energi terbarukan, dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) hingga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Seolah ingin bilang, "Sulteng ini gudangnya energi masa depan."

Baca Juga: Lippo Group Bidik Morowali, Gubernur Sulteng Siapkan Karpet Merah Investasi

Respon Tiongkok tak kalah hangat. Mr. Zhang Wei, Konjen RRT, mengangguk-angguk sumringah, memuji sambutan sang Gubernur.

Ia berjanji akan segera menyambung lidah, menyampaikan potensi dan peluang bisnis di Sulawesi Tengah ini kepada para taipan di negerinya.

"Terima kasih banyak, Bapak Gubernur. Kami akan teruskan ini ke investor kami untuk segera ditindaklanjuti," katanya, memberi harapan. Pertemuan ini, bisa dibilang, adalah langkah kuda bagi Pemprov Sulteng untuk menarik investasi asing, demi mendongkrak ekonomi daerah, membuka keran pekerjaan, dan tentu saja, memaksimalkan potensi alam secara berkelanjutan.

Tags

Terkini