Sulawesitoday - Jiwamu rasanya tercabik. Membayangkan ribuan anak di negeri ini tumbuh dengan masa depan yang terenggut. Stunting, bukan sekadar kata. Ia adalah hantu yang mencuri potensi. Merampas kecerdasan, kesehatan, bahkan mimpi. Namun, siapa sangka, kunci melawan badai ini justru hadir dari sebuah tempat sederhana: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Ya, PAUD kini menjelma garda terdepan pencegahan stunting.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tak mau tinggal diam. Mereka bergerak cepat. Menguatkan PAUD, itulah strategi utama. Langkah ini bagian tak terpisahkan dari ikhtiar besar. Membentuk sumber daya manusia unggul sejak dini.
Pendekatan mereka sungguh nyata. Bimbingan teknis langsung diberikan. Sasaran utama? Para guru PAUD di seluruh pelosok. Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas), Dahniar, menjelaskan pada Rabu, 18 Juni 2025 lalu, "Guru-guru PAUD itu vital." Peran mereka strategis. Menyampaikan pola asuh terbaik. Memberi pemahaman gizi dasar. Langsung kepada orang tua. "Ini bukan hanya soal kesehatan," ujar Dahniar. "Tapi juga tentang pendidikan. Pola asuh." Kata-katanya menohok. Jelas.
Sejak awal 2025, enam program prioritas telah dihelat. Semuanya menyasar peningkatan layanan PAUD. Program ini dirancang teliti. Menjawab kebutuhan riil lapangan. Khususnya, mengatasi persoalan stunting. Masalah nasional yang mendesak. Salah satunya: pelatihan teknis. Pendampingan. Untuk PAUD Holistik Integratif (HI). Yang ramah anak. Serta inklusif.
Disdikbud Parimo juga punya perhatian besar. Terhadap pengelolaan data peserta didik. Operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) digandeng erat. Pendampingan intensif diberikan. Tujuannya satu: semua anak usia dini tercatat valid. Dalam sistem pendidikan nasional. Data valid ini penting sekali. Merancang kebijakan tepat sasaran. Termasuk intervensi stunting. Berbasis komunitas sekolah.
Enam program andalan itu sudah berjalan. Monitoring dan evaluasi lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Implementasi Kurikulum Merdeka untuk PAUD. Pelatihan pendidikan inklusi guru PAUD. Lalu, pendampingan program PAUD HI. Pelatihan operator Dapodik. Dan bimbingan teknis khusus pencegahan stunting. Benang kusut masalah stunting, coba diurai. Perlahan. Namun pasti.
Semua program ini hasil kolaborasi. Antara sekolah, masyarakat, dan tenaga pendidik lokal. Dahniar menambahkan, lembaga PAUD terus dipantau. Agar aktif. Administrasi lengkap. Ini demi menjaga kualitas. Memastikan hak anak terpenuhi. Sejak dini.
Dengan pendekatan ini, Disdikbud Parimo berharap besar. PAUD bukan hanya tempat bermain. Bukan cuma belajar. Ia harus jadi bagian integral. Dari upaya nasional. Mencetak generasi sehat. Cerdas. Dan tangguh. Dengan sinergi pendidikan dan kesehatan, optimisme membuncah. PAUD mampu menjadi benteng kokoh. Fondasi kuat pembangunan manusia. Dukungan guru, penguatan data, dan program edukatif. Semua diyakini akan mempercepat langkah. Menurunkan angka stunting. Memperluas akses pendidikan inklusif. Sebuah ikhtiar mulia. Demi masa depan cemerlang anak bangsa.
Baca Juga: Percepatan Izin Tambang, Strategi Parigi Moutong Kerek PAD - Jamin Keadilan