Sulawesitoday - Sebuah kesedihan yang mendalam tiba-tiba koyak oleh kepedihan lain. Bukan karena kabar duka, melainkan asap pedih gas air mata. Sebuah pemandangan ganjil di Kelurahan Kayumalue Ngapa, Palu Utara, Selasa siang itu. Ketika banyak warga sedang berkumpul dalam suasana belasungkawa, polisi melakukan penggerebekan narkoba. Namun, operasi itu malah berujung bentrok. Gas air mata ditembakkan. Ironisnya, imbasnya langsung mengenai warga yang tengah melayat. Anak-anak, perempuan, semua panik. Dada mereka sesak.
Insiden ini bermula kala Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Palu bergerak cepat. Mereka mengincar dua nama: FR (21) dan FN (22). Keduanya diringkus sekitar pukul 11.30 WITA. Tak main-main, polisi mengamankan sebelas paket sabu dengan berat bruto 22,54 gram. Juga sejumlah barang bukti lain yang menguatkan tudingan sebagai pengedar. Tapi, rencana membawa mereka ke Mapolresta tak berjalan mulus. Kedua tersangka melawan. Perlawanan ini memicu reaksi warga. Suasana seketika memanas. Bak badai vonis yang tak terduga.
View this post on Instagram
Massa memblokade jalan. Situasi kian tak terkendali. Aparat terpaksa mengambil tindakan tegas. Gas air mata dilepaskan. Asapnya yang menyengat langsung menyelimuti area. Celakanya, letak rumah duka yang hanya sepelemparan batu dari lokasi kejadian, membuat dampaknya begitu terasa. Sebuah video yang diunggah akun Facebook Putri Palu jadi saksi bisu betapa mencekamnya momen itu. “Polisi membuang gas air mata di rumah duka, lihat ini keadaannya,” tulis pemilik akun, dengan nada getir. Gambar yang tertangkap jelas: orang-orang panik, anak-anak dan perempuan khususnya, terlihat kesulitan bernapas. Sebuah pil pahit yang harus ditelan di tengah kesedihan.
Kericuhan ini berlangsung sekitar dua puluh menit. Sebuah durasi singkat yang cukup untuk menorehkan luka. Bripda Moh. Ridho Fadli, seorang anggota polisi, harus merasakan dampak langsung. Lemparan batu dari kerumunan massa menyebabkan luka robek yang cukup parah, hingga memerlukan tujuh jahitan. Ini bukti nyata, betapa gentingnya situasi di lapangan.
Menyikapi insiden yang jadi pembicaraan ini, Kapolresta Palu, Kombes Pol Deny Abrahams, angkat bicara. Ia menegaskan, tindakan massa tidak akan sedikitpun menghalangi upaya penegakan hukum. "Keberanian anggota kami patut diacungi jempol. Mereka telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam upaya pemberantasan narkoba yang sangat meresahkan masyarakat," kata Kombes Deny. Ia menambahkan, pihaknya akan memberikan perawatan terbaik bagi anggotanya yang terluka, serta memastikan dukungan penuh dalam proses pemulihan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit, bahwa di tengah hiruk pikuk pemberantasan kejahatan, seringkali ada pihak tak bersalah yang harus menanggung imbasnya. Sebuah catatan kelam, di mana duka harus beradu dengan asap gas air mata.
Baca Juga: Penggerebekan Narkoba Kayumalue Ricuh, Petugas Polresta Palu Terluka Parah Dilempar Massa
Artikel Terkait
Oknum Kepsek Parimo Divonis 13 Tahun, MA Batalkan Putusan Bebas Kontroversial Kasus Kekerasan Seksual Anak
Penggerebekan Narkoba Kayumalue Ricuh, Petugas Polresta Palu Terluka Parah Dilempar Massa
Korupsi Dana Desa Maleali Rp384 Juta, Polres Parimo Bongkar Modus Pengadaan Fiktif Ambulance
Pajak Penghasilan Pedagang Online Ancam Kenaikan Harga untuk Konsumen
Siapkah Siswa SD Hadapi Era Digital? Disdikbud Parigi Moutong Jawab Lewat Boskin 2025