Sulawesitoday - Getar cemas itu tiba pukul 19.30 Wita. Telepon dari seorang ibu diterima Tim Damkarmat dan Penyelamatan Palu. Anaknya, bersama rombongan pelajar lain, terjebak. Mereka ada di kawasan wisata Bulu Ntongo. Kegiatan peringatan Baden Powell Day berubah menjadi kepanikan. Total ada 18 pelajar dan dua guru. Akses jalan pulang tertutup gelap.
Respons cepat segera dikerahkan. Dua unit armada Damkar meluncur. Sebelas personel terlatih bersiap.
Koordinasi dilakukan dengan KPA Wanalipa dan warga sekitar. Mereka berpacu dengan waktu. Menembus jalur sepanjang kurang lebih 10 kilo meter. Jalanan berbatu, licin, dan gelap. Medan yang sangat menantang.
Pukul 19.47 Wita tim akhirnya tiba. Di lokasi rombongan ditemukan. Semua peserta dalam kondisi baik. Tidak ada satupun yang terluka. Petugas segera memastikan itu.
Evakuasi lalu dimulai. Para pelajar dinaikkan ke unit Damkar. Sementara guru ikut mobil pick-up yang digunakan rombongan. Semua bergerak perlahan menuju Poboya.
Perjalanan turun juga penuh kehati-hatian. Gelap masih menyelimuti. Namun, proses berjalan lancar. Rombongan tiba di Kelurahan Poboya.
Dari sana, mereka diantar pulang ke sekolah masing-masing. Seluruh proses selesai sekitar pukul 22.20 Wita. Cerita malam yang menegangkan itu usai.
Hanya ada rasa lega. Dari para pelajar. Dari para guru. Juga keluarga yang menunggu. Kesigapan tim Damkarmat dan KPA Wanalipa jadi pahlawan malam itu.
Aksi mereka dipuji banyak pihak. Menutup kisah cemas di Bulu Ntongo. Dengan akhir yang penuh syukur.