Sulawesitoday - Geladak KRI Lumba-lumba-881 bersiap membelah lautan. Misi suci menanti. Kedaulatan rupiah akan terbawa hingga ke ujung nusantara.
Rabu (18/09/25) menjadi hari bersejarah. Danlanal Palu Kolonel Laut (P) Marthinus Sir bersama Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Faris Budiawan melepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat dari Kabupaten Parigi. Forkopimda Parigi turut menyaksikan momentum strategis ini.
KRI Lumba-lumba-881, kapal patroli andalan TNI AL, dipilih menjadi ujung tombak misi. Tidak sembarangan. Kapal ini telah membuktikan ketangguhannya menjaga perairan Sulawesi. Kini, tugasnya bertambah mulia - mengantarkan simbol kedaulatan bangsa.
-
Rute Strategis Menuju Pulau Terluar
Ekspedisi ambisius ini menempuh rute berliku. Start dari Parigi, KRI Lumba-lumba-881 akan singgahi Pulau Bokan Kepulauan. Kemudian berlanjut ke Pulau Banggai. Perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Salakan.
Destinasi berikutnya adalah Pulau Walea Kepulauan. Tim akan mampir di Pulau Wakai sebelum kembali ke Parigi. Total jarak tempuh mencapai 808 mil laut. Angka yang mencerminkan dedikasi tinggi untuk menjangkau wilayah 3T.
"Ketersediaan rupiah layak edar harus merata," tegas Danlanal Palu saat menyampaikan sambutan Asops Kasal. "Wilayah terpencil berhak mendapat pelayanan sama."
-
Kolaborasi Strategis Bank Indonesia dan TNI AL
Program ini bukan sekadar distribusi uang. Lebih dari itu. Ekspedisi Rupiah Berdaulat merefleksikan sinergitas dua institusi strategis. Bank Indonesia membawa mandat penjagaan kedaulatan NKRI melalui rupiah. TNI Angkatan Laut menyediakan akses ke seluruh perairan nusantara.
Nota Kesepahaman antara BI dan TNI AL menjadi payung hukum. Kerjasama ini mencakup pendistribusian, pengamanan, hingga pengawalan uang rupiah. Baik antar kantor Bank Indonesia maupun ke wilayah 3T.
"TNI AL memiliki sarana memadai untuk menjangkau perairan terluar," jelas Danlanal. "Kami berkepentingan menjamin kelancaran pembangunan nasional di seluruh NKRI."
Faris Budiawan menambahkan dimensi lain. Ekspedisi ini sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat. Rupiah bukan sekadar alat tukar. Lebih dari itu - simbol kedaulatan negara.
-
Tantangan Wilayah 3T
Wilayah terdepan, terpencil, dan terluar selama ini menghadapi keterbatasan. Akses perbankan minim. Ketersediaan uang layak edar terbatas. Kondisi ini berpotensi melemahkan kepercayaan terhadap mata uang nasional.
KRI Lumba-lumba-881 hadir menjawab tantangan. Kapal berbobot 240 ton ini mampu menerjang gelombang tinggi. Jangkauan operasionalnya mencakup seluruh perairan Sulawesi. Pengalaman bertahun-tahun menjaga keamanan laut menjadi modal berharga.
Program Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 di Sulawesi Tengah menandai komitmen baru. TNI AL dan Bank Indonesia bersinergi menjaga kedaulatan. Sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap rupiah.
-
Simbol Kedaulatan di Ujung Nusantara
Kehadiran rupiah di pulau-pulau terluar bukan sekadar urusan ekonomi. Lebih mendalam. Ini tentang kedaulatan. Tentang kehadiran negara di setiap jengkal tanah air.