Sulawesitoday - Malam itu berbeda. Sabtu (25/10), lobby hotel megah di jantung Kuala Lumpur berubah jadi lautan manusia. Mereka datang lebih awal. Menanti sosok yang kini memimpin negeri.
Presiden Prabowo Subianto tiba. Rombongan kepresidenan memasuki area hotel. Suara riuh langsung meledak. Tepuk tangan bersahutan. Nama "Prabowo" digaungkan keras.
Para diaspora Indonesia tak mau melewatkan momen itu. Mereka padati area kedatangan. Sebagian bawa anak-anak kecil. Ada yang mengenakan batik. Bendera merah putih berkibar.
Siapa Yang Menyambut Presiden?
Dua anak kecil tampil pertama. Seorang laki-laki dan perempuan. Mereka kenakan pakaian adat tradisional. Karangan bunga digenggam erat.
Pintu mobil terbuka perlahan. Prabowo melangkah keluar. Senyum langsung mengembang di wajahnya.
"Selamat datang Bapak Presiden Prabowo," ucap kedua anak itu serempak.
Prabowo menerima karangan bunga itu. "Terima kasih, terima kasih," balasnya hangat.
Gestur sederhana itu memantik kehebohan. Warga Indonesia di Malaysia kian bersorak. Kamera ponsel terangkat tinggi. Setiap orang ingin abadikan momen.
Mengapa Antusiasme Begitu Tinggi?
Bagi diaspora, ini bukan sekadar kunjungan diplomatik. Ini simbol kebanggaan nasional. Presiden mereka hadir di negeri rantau.
Prabowo tak langsung masuk hotel. Ia sempatkan diri berjabat tangan. Satu per satu warga disalami. Ada yang minta foto. Semua dilayani.
Seorang ibu bernama Siti menggandeng putrinya, Shafa. Mereka mengantre sabar. Kesempatan ini tak boleh terlewat.
"Boleh foto dengan Bapak?" tanya Siti sopan.