berita

Di Ambang Swasembada: Produksi Beras RI Tembus 34,77 Juta Ton, Kalahkan Prediksi USDA

Selasa, 4 November 2025 | 16:31 WIB
Produksi beras RI 2025 capai 34,77 juta ton, lampaui proyeksi USDA. Mentan optimis swasembada tercapai tanpa impor beras.

Sulawesitoday - Indonesia kini berdiri di gerbang kedaulatan pangan. Bukan sekadar mimpi. Angka bicara lebih keras. Produksi beras nasional 2025 meroket mencapai 34,77 juta ton. Angka itu naik drastis 13,54 persen dibanding tahun lalu. 

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) merilis proyeksi produksi beras periode Januari hingga Desember 2025 mengalami lonjakan signifikan. Kenaikan mencapai 4,14 juta ton dari capaian 2024 yang hanya 30,63 juta ton. Angka ini bukan main-main. Ini tonggak sejarah baru sektor pertanian Tanah Air.

Pudji Ismartini, Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS, menegaskan bahwa peningkatan produksi terutama disumbang subround pertama yakni periode Januari-April 2025. Periode tersebut mencatat kenaikan fantastis 26,54 persen dibanding subround sama di 2024.

"Potensi produksi beras Januari-Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton. Peningkatan ini utamanya dari subround I yang melonjak 26,54 persen," ujar Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/11/2025).

Bagaimana Proyeksi Ini Dibandingkan Lembaga Internasional?

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) sebelumnya memproyeksikan produksi beras Indonesia tahun ini sebesar 34,6 juta ton. Angka BPS justru melampaui prediksi global tersebut. Selisihnya memang tipis, hanya 0,17 juta ton. Tapi ini bukti nyata. Kebijakan pertanian nasional kini berjalan efektif.

Proyeksi BPS didapat dari potensi luas panen padi yang mencapai 11,35 juta hektare. Angka itu naik 12,98 persen dari tahun sebelumnya. Produksi padi dalam bentuk gabah kering giling (GKG) diprediksi mencapai 60,34 juta ton, meningkat 13,55 persen dibanding periode sama 2024.

Yang lebih mencengangkan, capaian 2025 ini bahkan melampaui rekor tertinggi sebelumnya pada 2022 silam yang mencapai 31,54 juta ton. Lonjakan ini mencerminkan hasil konkret dari berbagai program strategis Kementerian Pertanian (Kementan). Mulai dari kemudahan pupuk bersubsidi, rehabilitasi irigasi, hingga kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah.

Apakah Indonesia Masih Perlu Impor Beras?

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman optimis Indonesia tak perlu lagi impor beras tahun ini. Menurut Amran, data BPS memiliki tingkat kepastian tinggi. Artinya, proyeksi ini bukan sekadar angka di atas kertas.

"Biasanya data BPS tingkat kepastiannya tinggi. Jadi insya Allah tahun ini kita tidak ada impor beras. Semoga dalam satu bulan ke depan, jika tidak ada aral melintang, swasembada pangan jadi kenyataan," ungkap Mentan Amran saat konferensi pers di BRMP Mekanisasi Pertanian Serpong, Tangerang, Senin (3/11/2025).

Amran juga mengucapkan apresiasi besar kepada semua pihak. Terutama para petani yang terus berjuang di lahan. Program pemerintah tanpa kerja keras petani tak akan berarti apa-apa.

Pemerintah memang tak main-main dalam memperkuat sektor hulu-hilir pertanian. Ada empat pilar strategis yang dirintis sejak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pertama, program cetak sawah baru untuk jangka panjang. Kedua, optimalisasi lahan atau yang dikenal dengan istilah "oplah". Ketiga, rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi. Keempat, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Apa Kunci Sukses Lonjakan Produksi Ini?

Halaman:

Tags

Terkini