berita

Rival Altaf, Remaja Indigo yang Gambarkan Posisi Korban Longsor dengan Detail Akurat Sebelum Tim SAR Menggali

Rabu, 3 Desember 2025 | 18:12 WIB
Bocah indigo Rival Altaf bantu SAR temukan korban longsor Cilacap dengan akurasi mengejutkan. Kontroversi atau fakta lapangan?

Sulawesitoday - Ketika lumpur menutup harapan, sebuah kemampuan tak lazim hadir. Rival Altaf, remaja 15 tahun dari Desa Benda, menjadi sorotan dalam operasi pencarian korban longsor Desa Cibeunying, Majenang. Kemampuannya yang diklaim sebagai indigo memantik perdebatan. Namun di lapangan, tim SAR mencatat fakta mengejutkan.

Mustangin Mulyana, Ketua Redkar Cilacap, menjadi saksi langsung. Ia terlibat penuh dalam evakuasi yang berlangsung sejak 13 November 2025 lalu. "Rival duduk bersebelahan waktu istirahat," ujar Mustangin kepada wartawan, Rabu (26/11/2025). Hujan deras menghentikan pencarian sementara. Bocah itu membuka percakapan.

Rival menunjuk sebuah titik. Matanya menatap kosong. Mulutnya bercerita detail. "Ada ayah peluk anaknya," kata Rival waktu itu. "Istrinya hamil, posisinya di samping." Mustangin mencatat dalam hati. Informasi itu terlalu spesifik untuk diabaikan.

Bagaimana Rival Menggambarkan Lokasi Korban?

Penggambaran Rival melampaui intuisi biasa. Ia tak hanya menunjuk titik koordinat. Rival menceritakan posisi tubuh korban. Bahkan pakaian yang dikenakan. "Seperti memutar ulang rekaman kejadian," ungkap Mustangin dengan nada masih tak percaya.

Keesokan harinya, tim bergerak. Alat berat mengeruk tanah longsor. Lima meter kedalaman, sesuatu muncul. Jenazah seorang ayah. Anaknya dalam pelukan erat. Sang istri ditemukan berjarak tiga meter. Kondisinya hamil. Persis seperti kata Rival.

Mustangin menggelengkan kepala pelan. "Semua detail cocok sekali," katanya. Tim yang skeptis mulai membuka pikiran. Rival diminta menunjuk lokasi lain. Bocah itu berjalan perlahan di antara puing. Tangannya terangkat beberapa kali.

Empat titik ia tunjuk. Empat titik ditemukan korban. Keakuratan mencapai 100 persen. Angka yang sulit dijelaskan logika. Namun fakta berbicara lebih keras.

Mengapa Jenazah Sang Ibu Terpisah dari Keluarganya?

Pertanyaan ini mengganggu tim evakuasi. Rival memberikan jawaban yang mengharukan. "Ibu itu kembali ke rumah," cerita bocah itu dengan mata terpejam. "Ia ambil sesuatu penting. Suami dan anak sudah di depan pintu."

Tanah datang tiba-tiba. Bapak sempat memeluk anaknya. Ibu terperangkap di dalam. Jarak hanya beberapa meter memisahkan mereka selamanya.

Tim forensik kemudian mengkonfirmasi posisi penemuan jenazah. Sang ayah dan anak di ambang pintu. Sang ibu tertimbun di bagian dalam rumah. Narasi Rival terbukti akurat lagi.

"Saya tidak tahu ini apa," Mustangin mengakui kebingungannya. "Yang jelas, Rival membantu kami bergerak lebih cepat." Waktu adalah segalanya dalam pencarian korban. Setiap menit berharga.

Kemampuan Rival lantas tersebar ke tim SAR lain. Permintaan datang dari Banjarnegara. Longsor Pandanarum membutuhkan bantuan serupa. Rival diberangkatkan dengan pendampingan tim psikolog.

Halaman:

Tags

Terkini