Yang menarik, pendekatan ini menempatkan beban pada pihak yang paling mampu: perusahaan teknologi. Mereka punya algoritma canggih. Punya sistem kecerdasan buatan. Punya tim engineer ribuan orang. Jika mereka bisa menganalisis perilaku pengguna untuk iklan, mereka pasti bisa memverifikasi usia dengan akurat.
Tentu saja, tidak ada sistem yang sempurna. Anak-anak bisa saja memalsukan data. Menggunakan identitas orang tua. Tapi setidaknya, ada lapisan perlindungan. Ada upaya sistematis mencegah akses dini.
Baca Juga: Keterlambatan Bantuan Picu Desakan Penetapan Bencana Nasional di Sumatera