berita

Pengungsi Pria di Aceh Rela Pakai Daster dan Hijab, Bantuan Pakaian Didominasi untuk Wanita

Rabu, 10 Desember 2025 | 20:24 WIB
Pengungsi pria Aceh rela pakai daster dan hijab karena bantuan pakaian mayoritas untuk wanita. 391 jiwa meninggal, 138,5 ribu rumah rusak.

Kerusakan infrastruktur pun masif. Sebanyak 138,5 ribu rumah rusak tersebar di 18 kabupaten terdampak. Angka ini tercatat dalam laporan resmi BNPB. Puluhan ribu keluarga kini tanpa atap. Mereka bergantung sepenuhnya pada kemurahan hati sesama.

Apakah Bantuan Sudah Mencukupi?

Aliran bantuan terus berdatangan. Truk-truk bantuan mulai menembus jalur darat yang sempat terputus. Banjir bandang dari hulu kini sudah surut. Akses jalan mulai terbuka.

Listrik darurat dipasang di sejumlah titik pengungsian. Jaringan internet mulai dipulihkan bertahap. Komunikasi penting untuk koordinasi evakuasi dan distribusi bantuan.

Namun, kasus pria berkerudung itu menggambarkan ironi. Bantuan datang melimpah, tapi tidak tepat sasaran. Koordinasi masih carut-marut. Distribusi belum merata.

Pakaian pria sangat dibutuhkan. Selimut tebal juga mendesak. Makanan bergizi untuk anak-anak harus diprioritaskan. Tapi yang datang? Daster dan hijab berlimpah.

"Kami terima apa adanya," ujar salah satu pengungsi lain dalam video serupa. "Daripada kedinginan, lebih baik pakai daster."

Solidaritas di Tengah Bencana

Cerita pria berdaster ini menyentuh publik. Ia menjadi simbol ketangguhan. Gengsi disingkirkan demi kelangsungan hidup. Ego lelaki ditanggalkan demi kehangatan malam.

Viral di media sosial, kisah ini justru memantik kesadaran baru. Banyak donatur kini lebih selektif. Mereka bertanya lebih dulu: apa yang benar-benar dibutuhkan? Bukan sekadar mengirim apa yang ada di lemari.

Bencana memang menguji manusia. Tapi juga melahirkan solidaritas luar biasa. Pria berdaster itu mengajarkan satu hal: kemanusiaan lebih berharga daripada gengsi.

Di tengah kehancuran Aceh, harapan tetap bersinar. Bantuan terus mengalir. Akses terbuka lebar. Pemulihan dimulai perlahan. Yang hilang takkan kembali. Namun yang hidup harus terus berjuang.

Baca Juga: Siklon Tropis 91S Mengintai Sumut: BMKG Waspadai Hujan Ekstrem Susulan Pasca Banjir Bandang

Halaman:

Tags

Terkini