berita

Viral Video Pengungsi Banjir Aceh Nekat Lewati Jalur Rawan Longsor Demi Bantuan, Netizen Terhenyak Lihat Perjuangan Mereka

Kamis, 11 Desember 2025 | 17:36 WIB
Pengungsi banjir Aceh nekat terobos jalur longsoran demi bantuan. Video viral tunjukkan perjuangan warga tempuh 3 jam berjalan kaki di medan bahaya.

Sulawesitoday - Jalur itu licin. Tanah masih rapuh. Longsoran bisa terjadi kapan saja. Namun ratusan warga pengungsi banjir bandang di Aceh Utara nekat menerobos rute berbahaya itu demi mendapat bantuan kebutuhan pokok.

Kondisi memilukan ini terekam dalam unggahan video di TikTok akun @joe_sastra, Kamis 11 Desember 2025. Terlihat puluhan warga berbondong-bondong melintasi jalur KKA Bener Meriah. Mereka berjalan pelan. Hati-hati. Tanah di bawah kaki mereka adalah bekas longsoran yang belum stabil.

"Masyarakat masih banyak berjalan kaki mencari beras dan BBM," tulis caption video yang kini viral itu. Postingan tersebut langsung menuai simpati ribuan warganet yang terhenyak melihat perjuangan para korban bencana.

Mengapa Warga Harus Melewati Jalur Berbahaya Ini?

Jawabannya sederhana namun menyakitkan. Akses menuju titik distribusi bantuan sosial kini nyaris lumpuh total. Banjir bandang yang melanda akhir November 2025 lalu telah meluluh-lantakkan infrastruktur jalan di kawasan itu.

Berdasarkan keterangan warga setempat, hanya motor trail dengan spesifikasi medan ekstrem yang mampu menembus jalur tersebut. "Motor trail atau motor yang sesuai, dan nyali besar diperlukan untuk akses rute ini," ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya.

Bagi warga yang tidak memiliki kendaraan khusus, pilihan tinggal satu. Berjalan kaki. Durasi perjalanan mencapai tiga jam melewati medan yang mengancam nyawa setiap detiknya. Jalur itu membelah bukit. Pohon-pohon pelindung sudah hilang tersapu longsor. Satu langkah salah bisa berarti petaka.

Ironi ini semakin mencuat ketika video viral tersebut membanjiri linimasa media sosial sejak pekan lalu. Tragedi banjir bandang di Sumatera memang telah menyita perhatian publik nasional, namun kondisi pascabencana justru menampakkan wajah kemanusiaan yang lebih kompleks.

Apa Kata Warganet Soal Kondisi Ini?

Kolom komentar video tersebut dipenuhi ungkapan empati. "Kemana mereka akan pergi, rumah pun sudah hilang tiada jejak, permudahkanlah urusan mereka," tulis akun @nurulfatihah dengan nada prihatin.

Sementara akun @vinasweet mengungkapkan rasa takutnya. "Aku takut lihatnya, jalannya seperti membelah gunung dan yang di atas sudah tak ada pohon, semoga semuanya selamat," tulisnya.

Komentar-komentar itu merefleksikan kegelisahan kolektif masyarakat Indonesia. Bantuan memang mengalir, namun distribusinya terhambat oleh kondisi geografis yang memang sudah sulit, ditambah kerusakan masif akibat bencana.

Data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis 11 Desember 2025 mencatat, korban meninggal dunia mencapai 37 jiwa. Delapan orang masih dinyatakan hilang. Tujuh belas lainnya mengalami luka-luka.

Berapa Jumlah Pengungsi dan Kerusakan Infrastruktur?

Angkanya mencengangkan. Pengungsi yang tersebar di berbagai lokasi pengungsian kini mencapai 8.900 jiwa. Mereka kehilangan rumah. Kehilangan harta benda. Sebagian kehilangan anggota keluarga.

Lebih parah lagi, BNPB mencatat sedikitnya 130 akses jembatan penghubung menuju Bener Meriah kini dalam kondisi rusak berat. Jembatan-jembatan itu adalah urat nadi logistik. Tanpa jembatan, distribusi bantuan menjadi mimpi buruk.

Kondisi infrastruktur yang porak-poranda inilah yang memaksa warga mengambil jalan pintas berbahaya. Mereka tahu risikonya. Tapi perut lapar tidak bisa menunggu perbaikan jalan yang entah kapan selesai.

Halaman:

Tags

Terkini