Wilayah Mana Saja yang Terdampak?
BMKG merilis daftar wilayah yang berpotensi terkena dampak bibit siklon 965. Hujan kategori sedang hingga lebat diprediksi mengguyur Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Intensitas hujan bisa berlangsung beberapa hari ke depan.
Angin kencang mengancam wilayah pesisir selatan. Area dari Bali hingga Nusa Tenggara Timur perlu kewaspadaan ekstra. Kecepatan angin di pesisir bisa mencapai level berbahaya untuk aktivitas nelayan.
Gelombang laut kategori sedang, 1,25-2,5 meter, diprediksi terjadi di beberapa perairan. Wilayahnya mencakup perairan selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga Yogyakarta termasuk zona waspada. Perairan selatan Pulau Lombok sampai Pulau Timor juga terdampak. Laut Sawu masuk kategori gelombang sedang.
Kategori tinggi, 2,5-4 meter, mengancam Selat Bali bagian selatan. Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur berpotensi bergejolak hebat. Pelayaran diimbau menunda perjalanan atau mencari rute alternatif lebih aman.
Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?
Masyarakat di wilayah terdampak harus meningkatkan kewaspadaan. Pantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG. Hindari aktivitas di laut saat cuaca buruk. Nelayan sebaiknya tidak melaut hingga kondisi membaik.
Pemerintah daerah perlu mengaktifkan posko siaga bencana. Koordinasi dengan BMKG dan BNPB harus diperkuat. Jalur evakuasi dan tempat pengungsian disiapkan untuk antisipasi terburuk.
Fenomena cuaca ekstrem akhir tahun ini mengingatkan kita. Alam memiliki kekuatan yang tidak bisa dipandang sepele. Siklon Grant dan bibit siklon 965 adalah bukti nyata. Dua ancaman sekaligus dari Samudra Hindia menuntut kesiapsiagaan maksimal dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.