Sulawesitoday - Samudra Hindia kembali bergejolak. Bibit siklon tropis bernomor 965 resmi terbentuk di perairan selatan Nusa Tenggara Barat sejak Kamis (25/12) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sistem tekanan rendah ini berpotensi memicu hujan lebat dan gelombang tinggi di wilayah Nusa Tenggara hingga Jawa Timur.
Pembentukan bibit siklon ini menjadi peringatan serius. Apalagi siklon tropis Grant masih aktif di barat daya Bengkulu. Dua fenomena cuaca ekstrem bersamaan jarang terjadi. Indonesia kini menghadapi ancaman ganda dari Samudra Hindia.
Apa Data Teknis Bibit Siklon 965?
Berdasarkan pengamatan BMKG, bibit siklon 965 memiliki karakteristik awal yang cukup mengkhawatirkan. Kecepatan angin maksimum tercatat 15 knot atau setara 28 kilometer per jam. Tekanan udara minimum berada di angka 1003 hektopascal (hPa).
Citra satelit menunjukkan pertumbuhan awan konvektif. Awan-awan itu mulai berkumpul di sekitar pusat sirkulasi. Namun struktur awan belum terorganisasi sempurna. Pola awan masih sporadis di sebelah utara sistem.
"Dalam 24 jam ke depan sistem ini cenderung persisten," ungkap BMKG dalam rilisnya, Jumat (26/12/2025). Prediksi menunjukkan peningkatan kecepatan angin pada 24-48 jam mendatang. Sirkulasi akan semakin tertutup. Kecepatan angin maksimum bisa mencapai 20 knot, terutama di utara pusat sirkulasi.
Kemana Arah Pergerakan Siklon?
Pola pergerakan bibit siklon 965 cukup dinamis. Dalam 24 jam pertama, sistem ini bergerak ke arah timur-tenggara. Namun pada rentang 48-72 jam, arah pergerakan diprediksi berbalik drastis. Bibit siklon akan bergerak ke barat laut hingga barat.
Perubahan arah ini krusial. Wilayah yang semula aman bisa tiba-tiba terpapar dampak. Nelayan dan pelayaran harus cermat memantau update terkini. Pergerakan siklon tidak selalu linear seperti prediksi awal.
BMKG menyatakan potensi bibit siklon 965 berkembang menjadi siklon tropis penuh tergolong rendah. Setidaknya untuk 24-72 jam ke depan. Namun sistem tekanan rendah ini tetap berbahaya. Dampak cuaca ekstrem bisa terjadi meski tidak berkembang sempurna.
Bagaimana Kondisi Siklon Grant?
Siklon tropis Grant masih terdeteksi aktif. Posisinya berada di Samudra Hindia barat daya Bengkulu hingga Kamis (25/12) malam. Siklon kategori 1 ini terus bergerak ke arah barat, menjauhi wilayah Indonesia.
Kekuatan angin Grant tercatat 75 kilometer per jam. BMKG memprediksi peningkatan ke kategori 2 pada Jumat (26/12) malam. Kecepatan angin diperkirakan mencapai 95 kilometer per jam. Intensitas semakin menguat meski arahnya menjauh.
Dampak tidak langsung Grant masih terasa. Gelombang laut hingga 2,5 meter diprediksi terjadi di perairan barat Bengkulu-Lampung. Selat Sunda bagian selatan juga terdampak. Perairan selatan Banten hingga Jawa Barat perlu diwaspadai. Samudra Hindia di wilayah tersebut berpotensi bergejolak tinggi.
Artikel Terkait
Alat Berat Bersihkan Pesantren Darul Mukhlisin Aceh Tamiang Hingga Tengah Malam
Banjir Bandang Balangan Kalsel: Air Sentuh Atap Rumah, Ratusan Hunian Rusak Parah
Bambang Widjojanto Pertanyakan Kebijakan Baru KPK: Penyidikan Tanpa Tersangka, Publik Dibuat Menunggu
Tragedi di Labuan Bajo: Pelatih Valencia CF dan Tiga Anaknya Hilang dalam Kecelakaan Kapal Wisata KM Putri Sakinah
Aswad Sulaiman Lepas dari Status Tersangka, Perjalanan 8 Tahun Kasus Dugaan Korupsi Nikel Rp2,7 T Berakhir