Sulawesitoday - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera akhir November 2025 meninggalkan jejak permanen bagi warga Dusun Suka Maju, Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru.
Yang sebelumnya merupakan jalan untuk dilalui kendaraan, kini berubah menjadi aliran sungai yang membelah di tengah-tengah pemukiman.
"Ini arus sungai yang baru, dulu di sini nggak ada sungai. Ini jalan (dulu), jalan mobil," ungkap seorang warga dalam rekaman video yang diunggah akun Instagram @hasmaraffandy_11 pada Senin, 29 Desember 2025.
Dalam dokumentasi tersebut, tampak beberapa warga harus melewati genangan air setinggi lutut yang terus mengalir deras. Bahkan di dalam rumah-rumah warga, pergerakan air dengan arus kencang masih terlihat jelas.
Aktivitas Ekonomi Terhenti
Kondisi geografis yang berubah drastis ini turut melumpuhkan aktivitas ekonomi warga setempat. Andi, salah satu warga yang kini mengungsi di masjid kampung, menjelaskan bahwa mayoritas penduduk Dusun Suka Maju menggantungkan hidup sebagai buruh upahan di perkebunan kelapa sawit dan karet milik pendatang.
"Penghasilan kami dari tanaman-tanaman yang di sini, terutama kan sawit, karet, sementara kami rata-rata yang mangomo (pekerja upahan), ngambil hasil dari ladang orang dan yang asli (punya) ladangnya bukan orang sini," papar Andi.
Akibat bencana tersebut, pekerjaan mereka terpaksa terhenti. Kondisi ini membuat warga semakin bergantung pada bantuan dari luar dusun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Permohonan Pembangunan Tanggul
Menjelang perayaan Lebaran, Andi mengharapkan perhatian dari pemerintah dan pihak terkait untuk segera membangun tanggul penahan air. "Ini mau lebaran, mungkin dari sini kami minta bantuan yang mungkin beri perhatian pada kami. Penanggulangan tanggul untuk saat ini," ucapnya.
Tanpa adanya tanggul, warga khawatir aliran sungai baru ini akan terus menggerus pemukiman dan memperparah kerusakan yang sudah terjadi. Saat ini, Andi bersama keluarganya terpaksa tinggal di masjid kampung karena rumah mereka tidak layak huni.
Data Dampak Bencana
Berdasarkan laporan awal pascabencana, sebanyak 75 rumah di Dusun Suka Maju (Benteng) mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan tanah longsor. Total warga yang terdampak mencapai sekitar 246 jiwa, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Sebagai upaya penanganan jangka panjang, Pemerintah merencanakan pembangunan hunian tetap (Huntap) di Desa Hapesong Baru sebanyak 227 unit. Lahan yang dialokasikan untuk proyek huntap tersebut memiliki luas sekitar 61.942 meter persegi.