• Selasa, 21 Juli 2026

Tambang Emas Ilegal Diduga Milik Dg Aras di Nasalane Moutong Telan 4 Korban Jiwa

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Senin, 29 Desember 2025 | 11:15 WIB
Empat penambang tewas tertimbun longsor di PETI Nasalane milik Dg Aras, Moutong. Tim SAR terus cari 2 korban masih tertimbun material.
Empat penambang tewas tertimbun longsor di PETI Nasalane milik Dg Aras, Moutong. Tim SAR terus cari 2 korban masih tertimbun material.

Sulawesitoday - Operasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Nasalane, Desa Lobu, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, kembali memakan korban jiwa.

Empat penambang tewas tertimbun longsoran tanah dan batuan pada Minggu (28/12/2025) dini hari.

Lokasi tambang ilegal tersebut diduga berada di bawah kendali pemodal bernama Dg Aras yang telah lama menjalankan aktivitas pertambangan di wilayah itu.

Tragedi bermula sekitar pukul 05.00 Wita ketika operator alat berat bernama Yayan bersama beberapa pekerja sedang menggali material menggunakan ekskavator di lokasi PETI Na'a (56).

Tidak lama setelah penggalian, delapan penambang tradisional turun ke dalam lubang galian untuk melanjutkan pekerjaan menggunakan linggis dan peralatan sederhana lainnya.

Seorang warga setempat yang enggan menyebutkan identitasnya menjelaskan, kondisi tanah di lokasi pertambangan sudah sangat tidak stabil.

"Tanah di sana sudah kehilangan struktur pengikat alami seperti akar-akar pohon. Akibatnya, tumpukan material di atas lubang galian menjadi sangat labil dan akhirnya longsor menimbun para penambang yang sedang bekerja di bawah," ujar warga tersebut saat ditemui di lokasi kejadian.

Kapolres Parigi Moutong, AKBP Hendrawan, dalam keterangan resminya menyebutkan bahwa longsor terjadi saat para korban baru berjalan sekitar 10 meter dari rekan mereka.

"Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat berpamitan untuk mengambil pasir yang akan didulang. Namun tebing setinggi sekitar 10 meter di atasnya tiba-tiba runtuh dan menimbun korban. Mereka tidak sempat menyelamatkan diri," kata Hendrawan, Minggu malam.

Korban pertama yang ditemukan adalah Edi Muhamad (50), warga Desa Oli Mohulo, Kecamatan Asparaga, Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Proses evakuasi awal dilakukan oleh rekan-rekan korban dan warga sekitar.

Sekitar pukul 10.00 Wita, jenazah Edi berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke kampung halamannya di Boalemo menggunakan ambulans.

Pencarian kemudian dilanjutkan oleh tim gabungan TNI-Polri bersama warga. Pada pukul 15.00 Wita, petugas menemukan korban kedua, Sharil (32), warga Dusun II Boloung, Desa Boloung Olonggata, Kecamatan Moutong, dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazahnya kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Boloung Olonggata untuk disemayamkan.

Sementara itu, dua penambang lainnya berhasil selamat dari insiden tersebut. Karim (36), warga asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, mengalami patah tulang pada bagian kaki dan langsung mendapat penanganan medis.

Halaman:

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini