Anak-anak menangis di pangkuan orangtua. Lansia terduduk lelah di bak pickup. Barang-barang penting digenggam erat. Dokumen penting, pakaian seadanya, dan makanan seadanya.
Status Gunung Burni Telong Resmi Naik ke Level Siaga
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bertindak cepat. Keputusan penting diambil. Status Gunung Burni Telong dinaikkan. Dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
Pengumuman resmi keluar pukul 22.45 WIB. Tanggal yang sama: 30 Desember 2025. Kenaikan status bukan tanpa alasan. Data kegempaan menunjukkan peningkatan signifikan.
Tujuh kali gempa tektonik terasa antara pukul 20.43 WIB hingga 22.45 WIB. Semua berlokasi berdekatan. Radius sekitar 5 kilometer dari puncak gunung. Arah barat daya.
Aktivitas vulkanik ikut meningkat. Gempa Vulkanik Dangkal (VB) tercatat 7 kali. Gempa Vulkanik Dalam (VA) sebanyak 14 kali. Gempa tektonik lokal 1 kali. Gempa tektonik jauh juga 1 kali.
Total ada 23 kejadian seismik. Dalam hitungan jam. Angka yang mengkhawatirkan. PVMBG tak bisa mengabaikannya.
Gunung Burni Telong seperti mengirim pesan. Aktivitas magma di kedalaman meningkat. Tekanan bertambah. Energi terakumulasi. Kapan akan meletus? Pertanyaan tanpa jawaban pasti.
Apa yang Harus Dilakukan Warga?
Imbauan resmi segera dikeluarkan. PVMBG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah bekerja sama. Pesan jelas disampaikan: jangan panik, tapi tetap waspada.
Zona terlarang ditetapkan. Radius 4 kilometer dari kawah. Area ini sangat berbahaya. Aktivitas apapun dilarang keras. Pendakian, berkemah, atau sekadar berkunjung.
Kawasan fumarol dan solfatara juga harus dihindari. Gas beracun bisa keluar tiba-tiba. Suhu tinggi bisa menyebabkan luka bakar. Bahaya tak kasat mata mengintai.
"Masyarakat Bener Meriah diminta tetap tenang," demikian bunyi imbauan resmi. "Waspada terhadap perkembangan situasi. Ikuti hanya informasi dari pihak berwenang."
Hoaks dan informasi menyesatkan memang mudah beredar. Terutama saat kepanikan melanda. Media sosial dipenuhi spekulasi. PVMBG menegaskan: percaya sumber resmi saja.
Warga diminta siapkan tas siaga bencana. Isinya: obat-obatan, dokumen penting, senter, makanan instan, dan air minum. Rencana evakuasi keluarga harus disusun. Titik kumpul ditentukan. Jalur evakuasi dipahami.