berita

IHSG Anjlok 8 Persen Akibat MSCI, Purbaya Pastikan OJK Bereskan Sebelum Mei

Rabu, 28 Januari 2026 | 21:27 WIB
IHSG anjlok 8% akibat isu transparansi dari MSCI. Purbaya Yudhi Sadewa pastikan OJK segera beraksi, lakukan rotasi pejabat, dan optimis ekonomi tetap tumbuh 6% tahun ini

Sulawesitoday - Pasar modal Indonesia mendadak merah membara. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 8 persen. Pemicunya satu: laporan dari MSCI. Lembaga internasional itu menganggap pasar saham di Indonesia kurang transparan. Banyak praktik "goreng-gorengan" saham yang dinilai merusak iklim investasi.

Namun, Purbaya Yudhi Sadewa tidak mau ambil pusing dengan kepanikan sesaat itu. Baginya, reaksi pasar tersebut terlalu berlebihan. Toh, ini baru laporan awal. Masih ada waktu eksekusi hingga bulan Mei mendatang untuk membereskan segala persyaratan agar tetap masuk dalam indeks global tersebut.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu sudah bergerak cepat. Komunikasi langsung dijalin dengan Ketua OJK. Hasilnya jelas: OJK berjanji akan membereskan semua catatan dari MSCI sebelum tenggat waktu Mei tiba. Ini bukan sekadar janji di atas kertas.

Langkah nyata justru dimulai dari dalam rumah sendiri. Sektor Bea Cukai langsung "dikocok ulang". Tidak tanggung-tanggung, sekitar 334 pejabat Bea Cukai dilantik dalam sebuah rotasi besar-besaran. Mereka yang kinerjanya loyo digeser ke pinggir. Pejabat dari Tanjung Priok, Batam, Semarang, Surabaya, hingga Bali diputar posisinya. Tujuannya hanya satu: menciptakan semangat baru dan kinerja yang lebih baik.

Purbaya menegaskan bahwa ekonomi Indonesia sebenarnya sedang dalam kondisi yang sangat bagus. Sinkronisasi antara kebijakan moneter dan fiskal sudah lebih padu. Bahkan, optimisme muncul bahwa pertumbuhan ekonomi bisa mencapai angka 6 persen tahun ini jika semua hambatan investasi bisa dipangkas.

Urusan pajak pun tak luput dari perhatian. Strategi pengumpulan pajak dan cukai akan diperbaiki tanpa harus menaikkan tarif. Kepala kantor di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan dirotasi untuk memastikan orang-orang terbaik naik ke atas dan memperbaiki kinerja penerimaan negara.

Bagaimana dengan nasib pasar modal minggu depan? Purbaya memperkirakan pasar akan mulai stabil atau flat dalam waktu dekat, lalu kembali bangkit. Sekarang justru dianggap sebagai waktu yang tepat untuk membeli saham karena fundamental ekonomi nasional tetap kokoh.

Intinya, jangan hanya melihat keriuhan di permukaan. Di balik jatuhnya indeks, ada upaya besar untuk membersihkan pasar dari para "penggoreng saham" dan memperbaiki birokrasi yang menghambat investasi. Semua harus tuntas sebelum Maret atau April, agar kepercayaan investor asing kembali pulih.

Baca Juga: Algoritma Tidak Transparan, KTP2JB Desak Komdigi Tindak Tegas Platform Digital

Tags

Terkini