berita

Viral Siswa SDN Leomanu NTT Belajar Tanpa Dinding dan Terisolir Banjir Saat Hujan Deras

Sabtu, 7 Februari 2026 | 17:03 WIB
Video viral mengungkap kondisi memprihatinkan SDN Leomanu di Kupang, NTT, di mana para siswa belajar tanpa dinding dan berlantai tanah. Saat hujan deras, kelas berubah menjadi genangan air cokelat dan

Sulawesitoday - Hujan turun deras di Desa Nunuanah. Di Kecamatan Amfoang Timur. Kupang, NTT. Di sana, ada sebuah sekolah. Namanya SDN Leomanu.

Jangan bayangkan gedung beton yang kokoh. Sekolah ini sungguh memprihatinkan. Dinding pun tidak punya. Hanya ada atap dengan anyaman kayu. Di bawahnya, beberapa bangku berjejer di atas lantai tanah bercampur pasir.

Begitu hujan lebat datang, urusan belajar jadi tantangan nyawa. Air hujan tidak sekadar menetes, tapi mengalir masuk ke tempat anak-anak duduk. Kelas itu seketika berubah. Dari tempat menimba ilmu menjadi genangan air cokelat.

Rekaman video berdurasi 54 detik memperlihatkan kondisi itu. Air mulai mengalir di sela kaki kursi. Perlahan, air makin tinggi.

Ada pemandangan yang menyesakkan sekaligus ironis. Anak-anak itu, sebagian tampak bingung. Namun, ada juga yang malah kegirangan. Mereka asyik bermain air di dalam kelas.

“Jadi sungai dong kelasnya, mantap,” tulis seorang relawan pengajar yang mengunggah kondisi tersebut di media sosial.

Tapi, sang relawan sadar. Ini bukan hal yang patut dirayakan terus-menerus. “Mereka happy juga main air, cuma ya yang begini jangan keterusan,” tambahnya dalam kolom komentar. Masa ketimpangan fasilitas pendidikan harus terus dipelihara?

Perjalanan menuju SDN Leomanu bukan perkara mudah. Jaraknya luar biasa. Sepuluh jam dari Kota Kupang. Masih harus menyeberangi sungai lebar tanpa jembatan. Jika hujan besar turun, daerah itu langsung banjir parah dan terisolir.

Ada 71 siswa di sana. Mereka tetap bertahan di sekolah yang jika hujan, halamannya penuh genangan air warna cokelat.

Unggahan video itu viral. Sudah diputar lebih dari 50 ribu kali. Warganet ramai-ramai menuliskan keprihatinan. Ada yang berharap pemerintah, khususnya Kemendikdasmen, segera menengok ke pelosok.

Ada juga yang menyarankan agar anggaran pembangunan dialihkan saja dari sekolah swasta yang sudah mampu ke sekolah-sekolah yang benar-benar membutuhkan seperti ini.

Begitulah potret pendidikan di ujung sana. Saat anak-anak di kota meributkan fasilitas, anak-anak SDN Leomanu hanya ingin kelas mereka tidak berubah jadi sungai setiap kali langit mendung.

Baca Juga: Kronologi Sopir MBG di Kebumen Tabrak Gerbang Sekolah hingga Diikat Warga karena Brutal

Tags

Terkini