• Selasa, 21 Juli 2026

Masa Depan Kawasan, Prabowo dan Albanese Bahas Keamanan dan Investasi Danantara

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Jumat, 6 Februari 2026 | 21:19 WIB
Presiden Prabowo dan PM Albanese resmi menandatangani Treaty on Common Security di Jakarta untuk memperkuat stabilitas kawasan dan kerja sama investasi
Presiden Prabowo dan PM Albanese resmi menandatangani Treaty on Common Security di Jakarta untuk memperkuat stabilitas kawasan dan kerja sama investasi

Sulawesitoday - Istana Merdeka terlihat sibuk Jumat ini. Ada tamu penting datang dari selatan. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, hadir memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto. Agendanya jelas. Sangat strategis. Urusannya soal keamanan bersama,.

Ini bukan pertemuan mendadak. Ini adalah buah dari perjalanan panjang. Ingat kunjungan kerja Prabowo ke Sydney pada November 2025 lalu? Pertemuan di Jakarta ini adalah lanjutannya. Keduanya sepakat membentuk mekanisme konsultasi yang lebih paten. Antar kepala negara. Juga antar pejabat kementerian.

Menteri Luar Negeri Sugiono memberikan penjelasan usai pertemuan bilateral tersebut. Inti kunjungan Albanese adalah menandatangani sebuah traktat penting. Namanya mentereng: Treaty on Common Security,. Sebuah perjanjian keamanan bersama antara Indonesia dan Australia.

“Inti dari kunjungan beliau hari ini adalah penandatanganan traktat atau perjanjian antara Indonesia dan Australia yang disebut Treaty on Common Security,” ujar Sugiono.

Lewat traktat ini, kedua negara membentuk forum rutin. Isunya: keamanan. Landasannya tetap hukum internasional. Saling menghormati kedaulatan masing-masing menjadi harga mati. Tidak boleh ada yang melampaui batas itu.

Logikanya sederhana namun mendalam. Indonesia dan Australia memang bertetangga. Secara historis dekat. Secara geografis apalagi. Tidak mungkin memindahkan posisi kedua negara.

“Posisi geografis kita mentakdirkan kita untuk hidup berdampingan dan saling menghormati,” tegas Sugiono.

Tapi, pertemuan itu tidak melulu bicara soal pertahanan. Urusan perut dan pembangunan juga masuk meja runding. Ada penandatanganan nota kesepahaman antara Danantara dan Pemerintah Australia. Fokusnya pada kerja sama investasi. Keamanan terjaga, ekonomi pun harus tumbuh bersama.

Suasana di dalam Istana Merdeka pun digambarkan sangat akrab. Terbuka. Tidak ada ketegangan. Keduanya punya komitmen yang sama untuk menjaga stabilitas kawasan.

Harapannya mulia. Ingin wilayah ini tenang. Ingin wilayah ini sejuk. Dan yang pasti, ingin wilayah ini tetap kondusif bagi siapa pun. Australia dan Indonesia tampaknya sudah satu frekuensi dalam melihat masa depan kawasan.

Baca Juga: Satu Pesawat Garuda untuk Prabowo, Seskab Teddy Luruskan Isu Lawatan Luar Negeri

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini