• Senin, 20 Juli 2026

Satu Pesawat Garuda untuk Prabowo, Seskab Teddy Luruskan Isu Lawatan Luar Negeri

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Rabu, 4 Februari 2026 | 11:20 WIB
Seskab Teddy Indra Wijaya membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kepresidenan ke luar negeri. Faktanya, Presiden konsisten menggunakan satu unit Garuda Indonesia.
Seskab Teddy Indra Wijaya membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kepresidenan ke luar negeri. Faktanya, Presiden konsisten menggunakan satu unit Garuda Indonesia.

Sulawesitoday - Rumor itu sempat berembus kencang: Presiden Prabowo Subianto membawa dua pesawat kepresidenan sekaligus saat melawat ke luar negeri. Boros? Begitulah kesan yang ingin dibangun.

Tapi, Selasa kemarin, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya meluruskan semuanya di Kompleks Istana Kepresidenan. Tegas. Tanpa basa-basi.

"Bahwa Pak Presiden kalau ke luar negeri itu sekarang menggunakan dua pesawat kenegaraan. Oke? Saya jawab, nggak ada itu. Ya, itu tidak benar," ujar Teddy.

Satu Pesawat, Satu Kebanggaan

Faktanya memang sederhana. Sudah setahun ini Prabowo konsisten. Jika harus terbang jarak jauh melintasi benua, pilihannya cuma satu: burung besi milik maskapai pelat merah.

Bukan pesawat mewah milik pribadi. Bukan pula armada ganda.

"(Menggunakan) Maskapai nasional kebanggaan kita, Garuda Indonesia Boeing 777," tandas Teddy.

Lalu, dari mana asal-usul kabar "pesawat kedua" itu?

Logika Protokol

Teddy tidak menampik memang ada pesawat lain yang terkadang membayangi. Milik TNI AU. Tapi itu bukan pesawat kepresidenan. Itu pesawat pengangkut "ekosistem" kepresidenan.

Isinya? Perangkat negara yang memang wajib melekat. Aturannya begitu. Undang-undangnya mengharuskan demikian. Ada Paspampres yang harus siaga. Ada protokol yang mengatur jadwal. Ada tim dokter yang menjaga kesehatan kepala negara. Belum lagi tim dari Kementerian Luar Negeri dan para pemburu berita.

"Untuk apa? Karena sesuai undang-undang, sesuai aturan, harus ada Paspampres, harus ada protokol, ada tim dokter, ada tim Kemlu, ada wartawan, dan sebagainya," jelasnya dengan nada bicara yang runut.

Rupanya, efisiensi tetap jadi pegangan. Penggunaan pesawat TNI AU di awal-awal pemerintahan hanyalah urusan teknis untuk mengakomodasi personel yang jumlahnya tidak sedikit. Selebihnya, presiden tetap setia dengan satu Boeing 777 yang dicat dengan identitas negara.

Teddy ingin memastikan publik tidak menangkap informasi yang separuh-separuh.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini