• Selasa, 21 Juli 2026

Pandji Pragiwaksono ke MUI, Tabayyun Mens Rea dan Komitmen Benahi Materi Komedi Sensitif

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Selasa, 3 Februari 2026 | 20:23 WIB
Komika Pandji Pragiwaksono datangi kantor pusat MUI untuk tabayyun terkait materi Stand Up Comedy 'Mens Rea'. Pertemuan tertutup ini bahas klarifikasi niat dan saran sensitivitas agama.
Komika Pandji Pragiwaksono datangi kantor pusat MUI untuk tabayyun terkait materi Stand Up Comedy 'Mens Rea'. Pertemuan tertutup ini bahas klarifikasi niat dan saran sensitivitas agama.

Sulawesitoday - Tabayyun Mens ReaPandji Pragiwaksono akhirnya muncul di Menteng. Selasa kemarin. Sore-sore. Pukul 16.15 WIB.

Tujuannya satu: kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Langkah kaki komika senior ini tidak sedang ingin melucu. Wajahnya serius. Ia datang untuk tabayyun. Istilah kerennya: klarifikasi. Atau dalam bahasa yang lebih membumi: meluruskan yang bengkok, menjernihkan yang keruh.

Pemicunya adalah Mens Rea. Itu judul pertunjukan stand up comedy-nya. Digelar Agustus tahun lalu, tapi baru meledak setelah tayang di Netflix, akhir Desember 2025.

Efeknya dahsyat. Seperti bola salju.

Laporan polisi muncul di mana-mana. Di Jakarta ada. Di Jogja ada. Di Malang pun ada. Tuduhannya berat: penistaan agama. Pelapornya beragam, membawa bendera organisasi pemuda ini dan itu.

Pandji tahu, diam bukan pilihan. Maka ia memilih datang.

Pertemuan itu tertutup. Berlangsung dua jam. Di dalamnya ada Kiai Asrorun Ni’am, Ketua Bidang Fatwa MUI.

"Saya datang dengan niat menjelaskan maksud pertunjukan saya," ujar Pandji setelah keluar ruangan.

Pandji tidak defensif. Ia tidak merasa paling benar. Ia justru merasa mendapat ilmu. "Alhamdulillah, Pak Kiai menerima dengan sangat baik," tambahnya.

Gaya bicaranya tetap tenang, tapi penuh nada introspeksi. Ia mengakui satu hal penting bagi seorang seniman: selalu ada ruang untuk jadi lebih benar. Bukan sekadar lebih lucu.

Pihak MUI pun bersikap sejuk. Kiai Ni’am melihat ada komitmen dari Pandji. Komitmen untuk memperbaiki materi yang bersinggungan dengan isu sensitif. Yang berpotensi multi-tafsir.

Dua poin penting disepakati: perbaikan materi dan mengarahkan komedi ke hal yang lebih positif.

MUI mengapresiasi langkah Pandji. Bagi MUI, ini bagian dari fungsi mereka: memberi panduan. Bukan sekadar menghakimi.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini